Beranda BUMI ETAM Pilkada Kukar Masuk Risiko Tinggi COVID-19, Ini Kata KPU dan Pemkab

Pilkada Kukar Masuk Risiko Tinggi COVID-19, Ini Kata KPU dan Pemkab

Ketua KPU Kukar Erlyando Saputra. (FOTO: Andri/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG— Pilkada Kutai Kartanegara termasuk dalam 14 kabupaten/kota yang penyelenggaraannya berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Ketua KPU Kukar Erlyando Saputera mengaku tak khawatir karena pihaknya sudah mengantisipasi penyebaran COVID-19 sejak jauh-jauh hari sesuai instruksi PKPU Nomor 13/2020.

Nando, sapaannya, menyebutkan, agar tidak ada klaster baru COVID-19 dari Pilkada Kukar, TPS didesain tidak lagi di dalam ruangan, melainkan halaman terbuka. Tentunya, pencahayaan matahari bagus. Kemudian, menyiapkan bilik khusus bagi pemilih yang bersuhu badan tinggi.

“Yang bisa memilih  di bilik normal maksimal bersuhu badan 37,3 derajat celcius. Di atas itu, kami sarankan untuk pulang saja,” ucapnya.

Advertisement

Selain itu, KPU Kukar akan menerapkan 15 kebiasaan baru di TPS agar pencegahan COVID-19 lebih maksimal. Di antaranya petugas KPPS harus sehat dan memakai Alat Pelindung Diri(APD). “Dalam kondisi tertentu, sudah kita sediakan baju hazmat bagi petugas KPPS,” tegasnya.

“Pemilih saja kita batasi maksimal 500 orang tiap TPS, diatur waktu kedatangannya untuk mehindari kerumunan massa,” sambungnya.

Pemilih diminta untuk memakai masker ke TPS. Kalau tidak, KPPS menyediakan masker. Disediakan juga pencuci tangan, penyemprotan TPS dengan disinfektan. Pemberian tinta dengan cara diteteskan ke tangan pemilih yang sudah selesai mencoblos.

“Jika semua tahapan sudah dilalui sesuai standar protokol COVID-19, kami yakin tidak akan ada klaster baru di Pilkada Kukar 2020,” jelasnya.

Baca Juga  Sah, Tarif Air Bersih di PPU Naik 22,5 Persen

Terpisah, Plt Bupati Kukar Chairil Anwar juga cukup tenang soal Pilkada Kukar beresiko tinggi penularan virus corona. Alasannya,  penyelenggara sudah menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan ragu datang ke TPS tanggal 9 Desember 2020 nanti, semua petugas KPPS pakai APD,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kukar Muhammad Rahman juga yakin tidak akan terjadi penyebaran COVID-19 di Pilkada. Tahapan yang sudah dilalui selama ini sudah sesuai protokol pencegahan penyebaran virus corona.

“Insya Allah aman aja nanti karena kita sudah pantau selama ini, tahapan penyelenggaraan sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Penulis: Andri                                                                    Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement