src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemkab Mahulu dan YKAN Teken Kerja Sama 5 Tahun untuk Kelola Hutan Berkelanjutan

Pemkab Mahulu dan YKAN Teken Kerja Sama 5 Tahun untuk Kelola Hutan Berkelanjutan

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Jun 2025 10:20 295 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mengambil langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Komitmen kolaborasi ini pembangunan berkelanjutan ini kami buktikan dengan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama yang kami lakukan Rabu (18/6) kemarin di Jakarta dan akan berlaku selama lima tahun ke depan,” ujar Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, seperti dikutip dari Antara Kaltim, Kamis (19/6).

Kerja sama ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi pemerintahan Bonifasius yang mengedepankan kebijakan berbasis ekologi, sosial, dan ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mempertimbangkan keseimbangan antara kelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Mahulu, yang dikenal sebagai wilayah dengan hutan hujan terluas di Kalimantan Timur, memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan hijau Indonesia. Oleh karena itu, kemitraan ini dipandang sebagai langkah tepat untuk memperkuat komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.

Boni, sapaan akrab sang bupati, menjelaskan bahwa kerja sama dengan YKAN bukanlah sesuatu yang baru. Sejak 2020 hingga 2024, Mahulu telah menjadi salah satu lokasi Program SEGAR—sebuah inisiatif pengelolaan lingkungan yang didanai oleh USAID dan didampingi oleh YKAN.

Di tingkat masyarakat, pendampingan yang diberikan YKAN mencakup upaya menekan laju deforestasi, pengembangan komoditas ramah lingkungan, serta penguatan tata guna lahan berbasis kearifan lokal. Sementara di tingkat pemerintahan, YKAN turut membantu menyusun kebijakan yang mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

“Sedangkan kami juga didampingi untuk bisa menghasilkan kebijakan yang mendukung pengelolaan kawasan berkelanjutan, termasuk penerapan prinsip-prinsip perlindungan keanekaragaman hayati,” lanjut Bonifasius.

Sementara itu, Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Mahulu yang dinilainya sebagai langkah penting dalam menyelamatkan ekosistem hutan tropis Kalimantan. Ia mengungkapkan, dalam tiga dekade terakhir, sekitar 30 persen hutan Kalimantan telah beralih fungsi untuk perkebunan dan industri ekstraktif.

“Padahal hutan Kalimantan sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar, sehingga memainkan peran kunci dalam mitigasi perubahan iklim, maka kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemkab Mahulu,” ujar Herlina.

Melalui kolaborasi ini, Mahulu dan YKAN berharap dapat menjaga kawasan hutan dari eksploitasi berlebihan sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x