src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim Inafis Polres Samarinda olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya 1 korban di Handil Bakti Palaran (foto: Istimewa/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Bentrokan warga akibat perebutan lahan di wilayah RT 1, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran pada hari Sabtu 10 April 2021 pukul 11.00 Wita, berujung maut. Menewaskan satu orang.
Mereka yang terlibat bentrok yaitu warga Handil Bakti Palaran dengan kelompok yang mengaku dari Kelompok Tani Empang Jaya.
Warga mengklaim memiliki lahan tersebut dengan mengantongi surat segel dan Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT). Sebaliknya dari Kelompok Tani mengaku tanah tersebut adalah tanah adat.
Informasi yang diterima, dua kubu terlibat saling serang menggunakan senjata tajam. Bahkan di antara mereka ada yang membawa senjata rakitan jenis penabur.
Warga bernama Burhanuddin akhirnya tewas setelah alami luka berat bagian leher akibat sabetan senjata tajam. Selain itu, tiga orang warga lain mengalami luka tembak.
Buntut saling serang antar dua kubu ini menyebabkan korban berjatuhan dari pihak warga. Sedikitnya 4 korban dari pihak warga mengalami luka-luka parah
Satu warga, Brh, mengalami luka bacok di bagian leher. Korban lain yang mengalami luka akibat senjata rakitan adalah Lm. Tangan kirinya ditembus peluru Gotri (peluru bulat berbahan besi).
Mengetahui ada korban jiwa, adu kuat antara dua kubu tersebut akhirnya berhenti. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melapor kepada polisi.
Para korban luka dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Palaran dan RSUD IA Moeis untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara Brh yang sudah bersimbah darah, dibiarkan di lokasi kejadian sembari menunggu polisi datang untuk penyidikan sebelum dievakuasi.
Polsek Palaran bersama dengan Polresta Samarinda dan Koramil 0901-04 Palaran kini bersiaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan dari kedua kubu.
Petugas kepolisian dan TNI sempat mengalami kesulitan untuk sampai di lokasi kejadian, lantaran aksesnya sulit dijangkau, dengan medan berlumpur.
Camat Palaran Suwarso membenarkan terjadinya peristiwa berdarah tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengatasi peristiwa tersebut.
“Saya minta bantuan agar tempat kejadian diamankan. Saya juga minta seluruh Lurah dapat meredam dan menenangkan warganya. Saya imbau kepada seluruh warga untuk dapat menahan emosi dan tidak mudah terprovokasi yang akhirnya membuat situasi Palaran tidak kondusif,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait peristiwa tersebut.
Penulis: Ningsih
Editor: Amin