Beranda GAYA HIDUP “Ngeyel” Dijewer Pandemi, Nasi Pecel Madiun Mba Jum Andalkan Resep Rahasia

“Ngeyel” Dijewer Pandemi, Nasi Pecel Madiun Mba Jum Andalkan Resep Rahasia

Ngeyel Dijewer Pandemi, Nasi Pecel Madiun Mba Jum Andalkan Resep Rahasia
Omzet Nasi Pecel Madiun Mba Jum tetap 'ngeyel' meskipun banyak warung terpukul pandemi Covid-19.(foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Nasi Pecel Madiun. Pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Kuliner khas Kabupaten Madiun Jawa Timur ini memang menggugah selera.

Tentu tidak perlu jauh-jauh pergi ke Madiun hanya untuk menikmati kuliner yang satu ini. Di Samarinda ada satu warung nasi pecel khas Madiun yang direkomendasikan untuk dikunjungi, yaitu Nasi Pecel Madiun Mba Jum.

Warung ini berada di pinggir jalan poros Jalan Sultan Alimudin No 2, Sambutan, Samarinda Ilir. Buka setiap hari, mulai pukul 06.00 sampai 14.00 WITA.

Advertisement
Menggugah selera.

Nasi Pecel Mba Jum ini bukan biasa-biasa kalau soal rasa. Sayuran segar diguyur bumbu pecel yang gurih, pedas, manis dinikmati bersama nasi dan lauk sesuai pilihan. Tentunya juga yang tidak ketinggalan adalah peyeknya. Sungguh memberikan pengalaman cita rasa kuliner yang maknyus.

Ikhsan Wahyudi, owner Pecel Madiun Mbak Jum mengatakan pembeda pecel miliknya dengan warung pecel lain terletak pada bumbu dan sayuran serta peyek.

“Dari bumbu pecel kami memang beda, racikannya menggunakan resep keluarga. Selain itu juga sayurannya, kami biasa menambahkan kembang turi dan lamtoro. Kalau untuk peyeknya, adonan memakai bumbu-bumbu rahasia, sehingga saat disantap lebih enak, gurih, renyah, tidak keras,” katanya saat dikunjungi Headlinekaltim.co, belum lama ini.

Yang juga menarik dari Pecel Madiun Mba Jum adalah harganya terjangkau. Untuk satu porsi jumbo, cukup membayar Rp 8 ribu.

“Untuk pecel biasa harganya mulai Rp 8 ribu, selanjutnya tergantung konsumen lagi lauk apa yang dipilih,” kata Ikhsan lagi.

Karena sudah memiliki pangsa pasar dan pelanggan sendiri, Ikhsan pun tak khawatir ketika pandemi Covid-19 menghantam Samarinda sejak Maret lalu.

Penjualan nasi pecel miliknya tak begitu terpengaruh, bahkan omzet yang diterimanya masih sama seperti sebelum pandemi. Tak jarang omzetnya naik mendadak karena adanya pesanan dari instansi tertentu.

“Alhamdulillah…pandemi ini penjualan tidak terpengaruh. Sama saja, cuma pelanggan biasanya yang awalnya memilih lauk ayam, sekarang beralih lauk telur. Tapi, untuk penjualan porsiannya meningkat. Selain itu sering juga ada pesanan dari luar dengan jumlah yang banyak,” tandasnya.

Dari pantauan headlinekaltim.co, sejak pagi hari warung pecel Madiun Mba Jum sudah ramai pembeli, baik yang makan di tempat atau yang dibawa pulang. Pelanggan pun tidak hanya datang dari lokasi sekitar warung saja, tetapi banyak juga pelanggan dari wilayah lain. Bahkan, ada dari luar daerah datang untuk menikmati sajian nasi pecel Madiun Mba Jum.

Penulis : Ningsih

Komentar