src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mecaq Undat, Pesta Adat Dayak Kenyah di Mahulu yang Sarat Makna Syukur dan Kebersamaan

Mecaq Undat, Pesta Adat Dayak Kenyah di Mahulu yang Sarat Makna Syukur dan Kebersamaan

3 minutes reading
Friday, 2 May 2025 11:07 436 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, UJOH BILANG – Pesta adat Mecaq Undat atau “Pebeka Kimet” kembali digelar oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah di Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, Jumat (25/4/2025). Pesta panen ini menjadi momen sakral dan meriah sebagai ungkapan syukur, bentuk gotong royong, pelestarian tradisi, serta penghormatan terhadap arwah leluhur.

Tradisi ini dilakukan dengan ritual khas: menumbuk beras bersama-sama di dalam lesung panjang hingga menjadi tepung, yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen padi. Dalam bahasa Dayak Kenyah, “Mecaq Undat” berarti menumbuk beras, tetapi makna budaya dan spiritualnya jauh melampaui itu.

Pesta adat ini tidak hanya menjadi selebrasi keberhasilan panen, tapi juga memiliki nilai spiritual tinggi. Masyarakat Dayak Kenyah percaya bahwa hasil panen tahun depan akan lebih baik jika mereka berbagi hasil panen kepada arwah para leluhur. Dengan begitu, para leluhur dipercaya akan menjaga ladang mereka dari hama dan membawa keberkahan pada musim tanam berikutnya.

“Ini bentuk penghormatan kepada arwah leluhur dan juga sebagai doa agar hasil panen ke depan lebih melimpah,” ujar seorang tokoh adat di sela-sela acara.

Pelaksanaan Mecaq Undat biasanya berlangsung di akhir April atau awal Mei, menandai peralihan musim tanam menuju musim tanam berikutnya. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari siklus hidup masyarakat Batu Majang.

Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sangat menonjol dalam acara ini. Seluruh warga kampung tanpa memandang usia dan status sosial berbaur, mulai dari menyiapkan tempat, makanan, hingga pelaksanaan ritual. Anak-anak, pemuda, dan orang tua semua terlibat, menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pesta ini bukan hanya tentang panen, tapi bagaimana semua warga bisa duduk bersama, bekerja bersama, dan menjaga warisan budaya bersama,” kata Kepala Kampung Batu Majang.

Dalam ritual utama, para wanita Dayak Kenyah mengenakan pakaian adat warna-warni dan menumbuk beras secara bergantian. Bunyi tumbukan beras yang berirama menggema di tengah suasana meriah, seolah menjadi irama syukur dan kebersamaan masyarakat.

Tak lengkap rasanya pesta adat tanpa hiburan tradisional. Acara Mecaq Undat juga dimeriahkan dengan tarian-tarian khas Dayak Kenyah, alunan musik sape yang mendayu, serta sajian kuliner lokal seperti lemang, ikan bakar sungai, dan aneka hasil olahan hutan.

Anak-anak muda tampak antusias memainkan sape dan menari, membuktikan bahwa warisan budaya ini terus dijaga dan dicintai lintas generasi. Banyak dari mereka juga turut belajar dari para tetua kampung mengenai filosofi dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini.

“Generasi muda adalah harapan kami agar tradisi ini tidak punah. Mereka harus tahu akar budayanya,” ujar seorang sesepuh Dayak Kenyah.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x