src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi 3 DPRD Samarinda, Markaca menilai jika membahas perkara Perumdam Samarinda tak pernah ada habisnya.
Markaca menuturkan, menangani Perumdam Samarinda yang dulu bernama PDAM seperti menonton sinetron panjang dengan berbagai judul yang berjilid – jilid.
“Bahas PDAM ini seperti cerita Sun Go Kong bersama gurunya mencari kitab suci ke barat dan ketemu iblis. Remuk dibuat,” ungkapnya Markaca saat ditemui di ruangannya, Selasa 22 Juni 2021.
Ia menjelaskan Perumdam selalu merugi padahal bahan baku seperti air di sungai mahakam sangat melimpah dan ada denda diberlakukan karena konsumen terlambat membayar tagihan.
“Inikan masalah klise banget, duit sudah ada Rp 50 miliar dan telah dianggarkan, tapi sudah 10 tahun tidak jadi, padahal pipa besar sudah tertanam di sana (sei kapih, red),” jelasnya.
Bahkan dia menyebut, keberhasilan untuk mengurus pengelolaan air bersih hanya tuhan yang tahu.
“Perubahan signifikan ini harus dimulai dari PDAM,” ungkapnya.
Kendati demikian, politisi dari Fraksi Gerindra mengatakan Walikota Samarinda telah berupa untuk memperbaiki keadaan tersebut. Ditengah permohonan pemasangan jaringan cukup banyak.
“Saya pikir walikota sudah beraksi untuk membenahi kondisi PDAM, sudah semestinya itu kami dukung,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Riski