23.9 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Lihat Pemotor Tergelincir, Andi Harun: Jalur Teluk Bajau Ditutup 5 Hari

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda siap membantu penanganan longsor yang terjadi di kawasan Teluk Bajau, jalur Mangkupalas-Palaran. Untuk itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun pun turun ke lokasi longsor untuk melihat langsung situasi dan kondisi di jalan penghubung dua kecamatan tersebut, pada Minggu 18 April 2021, sore.

Bersama Andi Harun, tampak sejumlah anggota DPRD Kaltim dan Kepala PUPR Kota Samarinda Hero Mardanus.

Andi Harun mengatakan, untuk menangani longsoran tersebut, pemerintah telah mengganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk pembuatan turap dan tembok penahan terjadinya longsor susulan yang akan dibangun sepanjang 175 meter dengan ketinggian 4 meter. Dimulai dari titik pertama longsoran dengan kedalaman 6 meter. Namun, kata dia, saat ini rencana tersebut masih dalam proses lelang.

Sembari menunggu keputusan hasil lelang, Andi Harun meminta agar instansi terkait fokus melakukan penanganan sementara.

“Tidak boleh membuat warga menunggu lama. Tetap lakukan pemeliharaan jalan sambil menunggu proses lelang,” ujarnya.

Andi Harun menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan milik provinsi Kaltim ini. Dia mengaku kehadirannya di lokasi longsoran Teluk Bajau bukanlah kali pertama.

Di setiap kunjungannya, ia bahkan mengatakan beberapa kali melihat langsung pengendara motor yang jatuh di jalur tersebut. “Sejak saya kunjungan dulu sudah pernah melihat kendaraan yang terjatuh,” ujarnya.

Baca Juga  Giliran Jubir Satgas Kaltim Positif COVID-19

Sebagai langkah serius atas persoalan ini, Andi Harun mengambil keputusan untuk membantu penanganan material longsor. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penutupan akses jalan selama lima hari ke depan, dimulai sejak Senin besok sampai Jumat 23 April 2021.

Baca Juga  Diduga Overdosis Obat Pelangsing, Jasad Pemilik Distro Ditemukan Telanjang

Pihaknya akan menurunkan alat berat dan empat unit dump truck (DT) ke lokasi longsor.

“Lalulintas dan Dishub Kaltim harusnya stand by, tangki stand by. Penanganan harus cepat, tapi unit yang kerja terbatas. Jadi mulai besok hingga Jumat, 5 hari jalan ditutup,” tutupnya.

Koordinator UPTD Wilayah II Provinsi Kaltim Deny Feriansyah mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan longsor di Teluk Bajau.

Namun, karena keterbatasan alat, serta minimnya lokasi buang material longsoran serta jalan yang masih dibuka, menyulitkan pekerjaan.

“Sebenarnya yang turun (material longsoran, Red) tidak terlalu banyak, tapi kami juga kesulitan membuang material longsoran. Dulu kan dibuang di bekas area tambang di depan lokasi longsor, tapi sudah full. Dulu juga pernah dikomplain dari pihak perusahaan berada tepat di bawah area buangan material longsor, karena dinding gudang dan kantor mereka jebol karena tertimpa material longsoran yang dibuang,” terangnya pada headlinekaltim.co.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar