HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Berau belum sepenuhnya meredakan ancaman dan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mencatat, kebakaran kembali muncul di beberapa titik, terutama di wilayah pesisir yang masih minim curah hujan. Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan, titik kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Limunjan, Tabalar, Biatan, dan Biduk-Biduk. Sementara itu, kebakaran juga masih ditemukan di Tumbit dan Labanan. Menurutnya, kondisi di wilayah pesisir menjadi perhatian karena hujan yang turun belum merata. Berbeda dengan Tanjung Redeb yang sempat diguyur hujan deras, wilayah pesisir hanya menerima hujan dengan intensitas terbatas. “Yang banyak kemarin itu di daerah pesisir. Walaupun di Tumbit dan Labanan masih ada, di Limunjan juga masih ada, sisanya Tabalar, Biatan, dan Biduk-Biduk,” ungkapnya. Ia menjelaskan, minimnya curah hujan menjadi salah satu faktor yang membuat Karhutla masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penanganan kebakaran masih difokuskan ke kawasan pesisir, seiring dengan kondisi kebakaran yang kembali muncul setelah sempat mereda. Rakhmadi menyebutkan, kondisi ini menunjukkan bahwa turunnya hujan di sebagian wilayah belum dapat menjadi penanda berakhirnya ancaman karhutla di Berau. Terlebih, wilayah yang belum mendapatkan hujan secara optimal masih berisiko mengalami kebakaran. “Pemantauan dan penanganan kebakaran di wilayah pesisir masih menjadi perhatian. Upaya tersebut diperlukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama ketika kondisi lahan masih rentan terbakar,” pungkasnya. (Riska)