src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19 di Serayu Masih Cukup Sampai Akhir Tahun

Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19 di Serayu Masih Cukup Sampai Akhir Tahun

2 minutes reading
Tuesday, 5 Jan 2021 13:03 384 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah kota Samarinda memastikan lahan untuk Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah pasien COVID-19 di Serayu Tanah Merah, masih cukup hingga tahun 2021.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang melalui Assisten I Pemkot Samarinda Tejo Sutanoto mengatakan untuk pekuburan muslimin jenazah pasien COVID-19, Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 1 hektare.

“Untuk ketersediaan lahan pemakaman COVID-19 khusus yang Muslim, di TPU Raudhatul Jannah sudah kita siapkan kemarin 1 hektare lebih yang siap digunakan. Dan saat ini masih memungkinkan, sepanjang tidak bertambah banyak, ” terang Tejo Sutanoto, Selasa 5 Januari 2021 usai menghadiri acara peringatan HUT Kemenag ke-75 di Aula Kemenag Samarinda.

Tak hanya menyiapkan pemakaman jenazah pasien COVID-19 yang beragama Islam, Pemkot juga siapkan lahan untuk jenazah pasien COVID-19 nonmuslim. Letaknya masih di area Serayu, Tanah Merah.

“Nonmuslim di sekitar sana ada pemakaman khusus Kristen, Hindu dan yang lain-lain. Tapi kalau Hindu biasanya diadakan pembakaran jenazah, sedangkan kalau yang lain-lain tidak ada masalah, ” ujarnya.

Tejo Sutanoto memastikan lahan pemakaman khusus COVID-19 yang ada saat ini masih cukup. Bahkan, masih ada cadangan lahan pekuburan lain yang lokasinya juga berada di TPU Serayu. Untuk jangka panjang, Pemkot Samarinda sudah melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan pasien meninggal.

“Tidak ada masalah, karena sekitar lokasi pemakaman masih luas untuk seluruh agama di sana. Khusus yang Muslim saja memang kita siapkan yang sudah siap pakai itu 1 hektare yang lain disiapkan untuk jangka panjang, ” katanya.

“Kedepan, kita akan juga melakukan pembenahan lahan yang saat ini konturnya masih bukit-bukit dan seterusnya. Insyaallah masih cukup sepanjang tidak meningkat drastis, ” lanjutnya.

Namun demikian, Tejo Sutanoto mengingatkan masyarakat pentingnya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sehingga angka kematian menurun.

Jika terus bertambah dan meluas penyebaran COVID-19, maka resiko kematian juga akan ikut meningkat. Otomatis hal tersebut akan berdampak pada berkurangnya lahan pekuburan.

“Sebagaimana yang disampaikan, ini menjadi beban pemerintah untuk mencari lahan yang ada kaitannya dengan penguburan COVID-19. Ini tidak gampang, meskipun kita punya lahan, tapi tempatnya tidak disiapkan, bisa berbahaya, “pungkasnya.

Seperti yang diberitakan headlinekaltim.co kemarin, berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Samarinda, total jenazah pasien COVID-19 yang telah dikuburkan di TPU Serayu, Tanah Merah berjumlah 334.

Dengan jumlah terbesar pemakaman di TPU Raudhatul Jannah 289 kasus, klaster malam Kristen 29 kasus, kremasi 15 kasus dan klaster Chinese 1 kasus.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x