src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DPPR Kukar, Setianto Aji Nugroho. (Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dengan wilayah geografis yang sangat luas, ternyata Kabupaten Kutai Kartanegara masih kekurangan tenaga ahli pertanahan dalam menentukan dan mengukur batas wilayah yang ada di kecamatan dan desa.
Guna memenuhi kebutuhan tersebut, tahun depan, pemerintah kabupaten akan menyekolahkan putra-putri terbaiknya untuk kuliah khusus jurusan pertanahan.
“Kukar masih butuh tenaga ahli pertanahan,” sebut Kepada Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kukar, Setianto Aji Nugroho, kepada Headlinekaltim.co, baru-baru ini.
Aji mengatakan, kebutuhan tenaga ahli pertanahan, idealnya untuk setiap kecamatan dibutuhkan dua orang. tenaga Sedangkan untuk wilayah perdesaan, cukup satu orang.
“Bisa juga dibantu oleh tenaga ahli pertanahan yang ada di Kabupaten, ” jelasnya.
Aji pernah merencanakan akan melatih para aparatur desa belajar mengukur tanah demi dengan menggunakan GPS dan metode lainnya.
“Karena masih pandemi, akhirnya pelatihan pengukuran tanah bagi aparatur desa kita tunda, ” ucapnya.
Pemkab akan menyekolahkan lulusan pelajar SMA, untuk melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang ada di Jogyakarta.
“Nanti penganggarannya akan diperjuangkan melalui Beasiswa Idaman tahun 2022,” pungkasnya.
Bupati Edi Damansyah juga mengakui Kukar masih butuh tenaga ahli pertanahan. “Kukar berbatasan dengan kabupaten dan kota lainnya yang ada di Kaltim, makanya kita masih butuh tenaga ahli pertanahan. Kita rencanakan putera dan puteri terbaik Kukar akan kuliahkan ke STPN Jogjakarta, ” paparnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal