src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rakornas KPU di Bali, membahas pelaksanaan kampanye dan dana kampanye untuk Pilkada Serentak 2024.HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Timur (KPU Kaltim) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bali yang digelar mulai dari 27 hingga 30 Oktober 2024, dengan fokus pembahasan kampanye dan dana kampanye Pilkada Serentak yang bakal digelar 27 November 2024 nanti.
Rakornas ini bukan sekadar pertemuan formal. Di balik agenda yang padat, ada dorongan kuat untuk mengokohkan strategi dan menyelaraskan langkah KPU di seluruh Indonesia demi memastikan Pilkada berjalan demokratis, transparan, dan kredibel.
Plh Ketua KPU RI, August Melas, dalam pidatonya menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik.
“Keberhasilan Pilkada sangat bergantung pada koordinasi yang baik dan transparansi informasi. Kami harus bekerja jujur dan adil agar proses ini mendapat kepercayaan penuh masyarakat,” ujarnya.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid, memandang Rakornas ini sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi sekaligus merespons tantangan khas daerah.
Menurutnya, isu kampanye dan pengelolaan dana kampanye harus ditangani dengan cermat agar tidak memicu konflik di tingkat lokal.
“Rakornas ini mempertegas komitmen Kami untuk mengawal tahapan Pilkada, termasuk kampanye, agar berjalan sesuai aturan. KPU Kaltim siap menjamin proses yang transparan dan kredibel,” kata Qayyim melalui pesan singkat di WhatsApp pada Minggu, 27 Oktober 2024.
“Koordinasi adalah kunci. Kami ingin memastikan setiap tahapan di Kaltim berlangsung lancar dan menghasilkan pemimpin yang dipercaya masyarakat,” lanjut dia.
Selain kampanye, pengelolaan dana kampanye menjadi isu sentral dalam Rakornas ini. Ketidaktransparanan dana sering kali menjadi celah yang menggerogoti kepercayaan publik. Karena itu, KPU menegaskan perlunya sistem pelaporan yang ketat, termasuk pengawasan dari masyarakat.
“Kami tidak hanya bicara soal prosedur, tetapi bagaimana membangun kepercayaan. Tanpa itu, seluruh kerja keras penyelenggara Pilkada bisa dipertanyakan,” tegas Qayyim.
Rakornas ditutup dengan pengarahan tambahan dari Ketua KPU RI, menyusul diskusi-diskusi strategis yang melibatkan anggota KPU RI lainnya, seperti Idham Kholik. Sementara itu, Abdul Qoyyim optimistis bahwa hasil Rakornas ini akan memperkuat kesiapan KPU Kaltim menghadapi Pilkada 2024.
“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga kepercayaan publik. Dengan persiapan yang matang, Pilkada 2024 di Kaltim akan berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang sah secara demokratis,” pungkasnya. (ADV/Zayn)