src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kondisi Miring di Tepian Mahakam, Polisi Akan Periksa Pemilik Kapal Wisata KM Cahaya Nur Muhammad

Kondisi Miring di Tepian Mahakam, Polisi Akan Periksa Pemilik Kapal Wisata KM Cahaya Nur Muhammad

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 15:17 40 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — KM Cahaya Nur Muhammad ditemukan dalam kondisi miring saat ditambatkan di kawasan Teras Samarinda II, Senin, 12 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Diduga ada kebocoran pada lambung kapal. Wahyu Halilintar, salah seorang saksi di lokasi, mengatakan informasi mengenai kondisi kapal itu ia peroleh dari orang-orang di sekitar kapal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kapal diduga mengalami kebocoran dan mesinnya tidak berfungsi. Kemiringan kapal juga disebut semakin terlihat ketika permukaan air Sungai Mahakam mulai surut.

“Informasi dari anak buah kapal (ABK), bocor kapalnya, mesinnya tidak berfungsi,” ujar Wahyu.

Meski demikian, Wahyu tidak mengetahui secara pasti bagian kapal yang mengalami kebocoran maupun penyebab lain yang membuat kapal tersebut miring. Informasi mengenai kerusakan kapal masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan, Ipda Adi Brata, mengatakan pengecekan awal menemukan adanya kebocoran di bagian belakang sebelah kiri kapal. “Kalau kami cek tadi di sana, itu memang ada kebocoran di belakang sebelah kiri,” kata Adi Brata saat dikonfirmasi melalui telepon.

KM Cahaya Nur Muhammad diketahui digunakan untuk kegiatan wisata menyusuri Sungai Mahakam, terutama pada akhir pekan. Rute pelayarannya biasa dimulai dari kawasan Jembatan Mahkota menuju Big Mall Samarinda. Selain kondisi kapal, lokasi penambatan juga menjadi persoalan.

Adi Brata menyebut pihaknya sebelumnya telah menyarankan pemilik kapal agar menambatkan kapalnya di lokasi tambat milik sendiri, bukan di kawasan Teras Samarinda II. “Kalau kita sih pernah dari KP3 menyarankan untuk parkir di tempat tambatannya dia sendiri, enggak boleh di situ,” ungkapnya.

Polisi berencana meminta keterangan pemilik kapal untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi kapal dan alasan penambatannya di lokasi tersebut. Langkah itu juga diperlukan untuk memperjelas persoalan kebocoran yang ditemukan dalam pengecekan awal. “Kami coba ambil keterangan dari yang punya kapal, seperti apa,” demikian Ipda Adi Brata melaporkan. (Retno)

LAINNYA
x