src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menyayangkan Perusda milik Pemkab Kukar tidak mengambil kegiatan proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Kukar padahal keuntungannya lumayan.
“Kalau tidak ada untungnya, kenapa banyak kontraktor yang berebutan proyek pemerintah bagian infrastruktur jalan dan bangunan?” ucap Yani, Kamis 7 Agustus 2025.
Yani menegaskan, proyek infrastruktur di Kukar nilainya sangat besar. Ada nilainya yang mencapai Rp 1 triliun lebih. Jika perusda dapat kegiatan, pasti untungnya juga lumayan. “Lumayan untuk penambahan keuntungan perusda,” ucapnya.
Dirinya mengharapkan, Perusda lebih maksimal dalam berusaha demi memberikan sumbangsih penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, perusda masih minim menyumbang kas daerah.
“Apalagi, potensi pendapatan daerah dari sektor bagi hasil Migas dari Pemerintah Pusat berpotensi alami penurunan tiap tahunnya,” ujarnya.
Fluktuasi transfer DBH Migas dari pusat menjadi perhatian bersama antara Pemkab dan DPRD Kukar karena selama ini pembangunan Kukar mengandalkan dari itu.
“Untuk jangka panjang tidak bisa diandalkan. Harus ada sumber pendapatan lain yang dominan agar keuangan daerah kuat dan mandiri,” tutupnya.(ADV12/Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya