23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Keterlibatan Perempuan Dalam Pemilu di Kaltim Kurang Dari 30 Persen

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus meminta agar semua pihak hendaknya mengambil bagian dalam upaya mewujudkan sukses pilkada serentak 2024.

Dia menyebut 4 indikator untuk dapat mensukseskan Pilkada serentak, yaitu pertama tahapan Pilkada berjalan lancar, aman, damai dan tertib Prokes. Kedua, partisipasi pemilih masyarakat meningkat dari Pilkada sebelumnya. Ketiga, tidak ada konflik antar calon atau tim sukses. Keempat, terpilihnya pemimpin yang amanah dan berkualitas.

Selain itu, sebagai upaya menciptakan situasi dan kondisi menghadapi Pilkada serentak 2024, terang Sufian Agus, dapat menjalin hubungan kerjasama dan komunikasi melalui Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat.

Tak hanya itu saja, monitoring penyelenggaraan Pilkada untuk memantau permasalahan yang muncul, sekaligus memberi solusi penyelesaian sesuai tugas dan kewenangan.

“Deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat potensi ancaman stabilitas daerah. Kemudian, memfasilitasi forum dengan melibatkan Toga dan Toma dalam menjaga kondusifitas wilayah, ” terangnya.

Terkait dengan keterwakilan perempuan dalam politik, diakui Sufian Agus memang masih sangat minim. Target pemenuhan 30 persen perempuan dalam Pemilu juga sulit dicapai. Ini terlihat dari jumlah perempuan yang duduk sebagai Legislatif, baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota.

Dia mencontohkan, persentase keterwakilan perempuan di Legislatif kabupaten/kota di Kaltim periode tahun 2019-2024, yakni, Samarinda laki-laki 38 orang, perempuan 7 orang atau 15,56 persen. Bontang laki-laki 22 orang, perempuan 3 orang atau 12,00 persen. Dan, Balikpapan : laki-laki 36 orang, perempuan 9 orang atau 20,00 persen.

Lalu, Kutai Timur laki-laki 34 orang, perempuan 6 orang atau 15,00 persen dan Berau : laki-laki 25 orang, perempuan 5 orang atau 16,67 persen. Serta, Paser laki-laki 24 orang, perempuan 6 orang atau 20,00 persen.

Kemudian, PPU laki-laki 24 orang, perempuan 1 orang atau 4,00 persen dan Kukar Laki-laki 38 orang, perempuan 7orang atau 15,56 persen. Sertai, Kubar laki-laki 22 orang, perempuan 2 orang atau 12,00 persen dan Mahulu laki-laki 12 orang, perempuan 8 orang atau 40,00 persen.

“Kenyataannya, keterwakilan perempuan di DPRD kabupaten/kota dan Provinsi hasil Pemilu hanya 16,82 persen dari 30 persen yang diharapkan. Di kursi DPRD Kaltim hanya ada 11 perempuan dari total anggota dewan 55 orang. Sedangkan kabupaten/kota terdapat 63 perempuan dan 322 laki-laki, hanya Mahulu yang mencapai 40 persen perempuan, ” pungkasnya. (Ningsih/adv/Kominfo)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU