src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kasus Rabies Ditemukan di Samarinda 2 Tahun Berturut-turut

Kasus Rabies Ditemukan di Samarinda 2 Tahun Berturut-turut

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Jun 2023 21:04 495 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Akhir-akhir ini, kasus rabies mulai meresahkan masyarakat. Terlebih di beberapa daerah terdapat korban jiwa akibat terkena rabies dari hewan.

Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim tahun 2023 mencatat, kasus gigitan hewan penular rabies yang terjadi hingga per April 2023 di 10 kabupaten/kota terbanyak terjadi di Balikpapan, yakni 190 kasus.

Disusul Samarinda 111 kasus, Kubar 73 kasus, Kutim dan Kukar masing-masing 42 kasus, Bontang 36 kasus, Berau 28 kasus, PPU 18 kasus, Mahulu 1 kasus. Namun demikian, kasus rabies positif di Kaltim hanya terjadi 1 kasus di Samarinda.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan meminta masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk rutin memberikan vaksinasi terhadap hewannya masing-masing.

“Vaksinasi diberikan secara gratis. Bisa melalui Puskeswan atau di klinik kantor kami bisa, ” ujarnya.

Dirinya mengingatkan, rabies perlu diwaspadai. Terlebih dengan adanya kasus positif rabies tahun 2022 dan 2023 di Samarinda, maka rabies masih ada. Terlebih lagi, rabies bisa menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.

“Virus bukan hanya dari gigitan, tapi bisa dari cakaran hewan yang terinfeksi rabies. Dengan ditemukannya kasus rabies di Samarinda, dapat diasumsikan bahwa penyakit rabies pada HPR (hewan pembawa rabies) masih ada di Samarinda dan masih bisa menyebar ke kabupaten/kota lain, ” katanya.

Jika sudah terlanjur digigit hewan yang diduga terkena rabies, lanjut Fahmi, penanganan awal bisa dengan mencuci luka menggunakan sabun, lalu dibilas dengan air mengalir selama 10 sampai 20 menit. Selanjutnya segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Tentunya penanganan sesegera mungkin untuk bisa diberikan vaksin anti rabies, ” pungkasnya. (Ningsih#)

LAINNYA
x