src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Mirip, tapi selasih dan chia seed adalah dua hal yang berbeda. (iStockphoto/MielPhotos2008)
HEADLINEKALTIM.CO – Banyak orang masih bingung membedakan perbedaan chia seed dan selasih, apalagi keduanya kerap hadir dalam minuman sehat dan sajian modern. Meski bentuknya sama-sama kecil, karakter dua jenis biji ini cukup berbeda, mulai dari rupa, nutrisi, hingga cara penggunaannya. Memahami perbedaan chia seed dan selasih penting agar tidak salah pilih atau salah mengolahnya dalam menu harian.
Dilansir dari CNN Indonesia, chia seed merupakan biji khas Amerika Tengah yang populer karena kandungan omega-3 tinggi. Sementara itu, selasih yang tumbuh di Asia dan Afrika lebih sering ditemui dalam minuman tradisional seperti es campur atau es selasih. Keduanya sama-sama dinilai sebagai superfood alami yang bermanfaat untuk kesehatan.
Dari segi bentuk, perbedaan chia seed dan selasih dapat terlihat jelas. Chia seed berukuran sedikit lebih besar, berbentuk oval, dan memiliki variasi warna seperti putih, abu-abu, cokelat, hingga hitam. Sedangkan selasih cenderung lebih kecil, bulat pipih, dan berwarna hitam pekat. Ketika direndam, selasih segera membentuk lapisan bening mirip gelatin di permukaannya, berbeda dengan chia seed yang mengembang lebih lambat.
Dari sisi asal tanaman, perbedaan chia seed dan selasih bermula dari spesies yang berbeda. Chia seed berasal dari Salvia hispanica, tanaman keluarga mint yang dibudidayakan di Meksiko dan Amerika Tengah. Sementara selasih berasal dari tanaman basil (Ocimum basilicum) yang tumbuh di berbagai wilayah Asia dan Afrika.
Secara nutrisi, perbedaan chia seed dan selasih juga cukup signifikan. Chia seed kaya omega-3, serat, protein, kalsium, magnesium, serta antioksidan, sehingga banyak dipilih pelaku diet plant-based. Selasih tetap menyehatkan dengan kandungan serat, zat besi, kalsium, dan antioksidan, terutama unggul dalam kadar zat besi yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh.
Cara pengolahan kedua biji ini pun berbeda. Chia seed dapat dicampurkan langsung ke smoothie atau oatmeal, atau direndam terlebih dahulu. Adapun selasih wajib direndam air hangat agar cepat mengembang sebelum disajikan dalam minuman atau makanan.
Dari sisi manfaat, perbedaan chia seed dan selasih kembali terlihat pada efek kesehatan yang ditawarkan. Chia seed dikenal membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, menstabilkan gula darah, serta mendukung kekuatan tulang. Selasih lebih populer karena manfaatnya dalam meredakan panas dalam, menjaga pencernaan, membantu hidrasi, dan memberi efek menenangkan.
Meski keduanya bisa digunakan dalam infused water hingga dessert sehat, penggunaan tetap disesuaikan dengan karakter masing-masing. Chia seed umum dipakai dalam puding modern, granola, atau menu diet, sementara selasih menjadi andalan minuman tradisional Nusantara.