src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dandim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan saat melihatkan 3 pucuk senpi yang disegerahkan warga setempat. (Teguh/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Senjata Api (Senpi) peninggalan Perang Dunia I dan II menjadi kado hari ulang tahun (HUT) TNI ke-76 buat Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 3 pucuk senjata diperoleh dari warga setempat yang menyerahkannya secara sukarela.
“Penyerahan tiga pucuk senpi yakni jenis laras panjang dua pucuk dan satu pucuk pistol laras pendek beserta amunisinya oleh masyarakat ke Danramil 0913-01/PenajamKapten Inf Martinus Aluy pada Minggu 3 Oktober 2021 malam,” ujar Dandim PPU Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho usai upacara virtual HUT TNI ke-76 tahun, Selasa 5 Oktober 2021.
Pemilik tiga pucuk senpi tersebut, kata dia, tak ingin identitasnya diketahui. Dengan kesadaran sendiri, warga tersebut menyerahkan senpi kepada Danramil Penajam yang juga menjabat sebagai Plh Pasi intel Kodim 0913/PPU.
“Adapun jenis Senpi yang diserahkan yakni senpi laras panjang menyerupai jenis AK 46, lalu senpi merwk Carbine satu pucuk dan pistol atau senpi laras pendek jenis revolver Colt Bankers Cal 22 L.R made in USA. Senpi ini merupakan peninggalan perang dunia pertama dan kedua,” terangnya.
Selain senpi, warga tersebut juga menyerahkan amunisi aktif kaliber 5.56 MM dua butir, peluru kaliber 30 MM satu kotak dengan berisi 33 butir Licency PMC Seoul Korea, amunisi aktif revolver kaliber 22 MM sejumlah dua butir dan satu butir selongsong. Berikut satu magasin kaliber 5.56 MM, satu tali sandang atau tali senjata dan dua unit borgol.
Penyerahan senpi beserta amunisi itu merupakan hasil kegiatan pembinaan teritorial (Binter) dan komunikasi sosial (Komsos) serta penggalangan Intel Kodim PPU.
“Hal itu dilakukan guna mengeliminasi kepemilikan senpi secara ilegal. Kami lakukan secara berkelanjutan, untuk mengurangi tindakan kriminalitas di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dandim juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik, senpi dan amunisi tersebut merupakan peninggalan dari almarhum kakeknya. Kemudian disimpan oleh almarhum ayahnya di gudang penyimpanan.
“Pada saat yang bersangkutan membongkar gudang tersebut ia menemukan senpi dan amunisi tersebut. Awalnya pemilik ingin membuang senpi dan amunisi itu ke laut karena takut. Akan tetapi seorang kerabatnya berhasil membujuknya untuk menyerahkan ke Kodim 0913/PPU,” pungkasnya.
Penulis: Teguh
Editor: MH Amal