src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Hina Islam dan Nabi Muhammad, Umat Kristen Arab Kecam Presiden Prancis

Hina Islam dan Nabi Muhammad, Umat Kristen Arab Kecam Presiden Prancis

2 minutes reading
Monday, 26 Oct 2020 16:06 681 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO – Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad mendapat kecaman luas di seluruh dunia. Bahkan, sejumlah umat Kristen di Arab ikut mengecam pernyataan tersebut.

Diketahui, pada hari Rabu 21 Oktober 2020 lalu, Macron mengatakan tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi.

Macron langsung dikutuk atas pernyataannya itu. Bahkan negara Timur Tengah menyerukan boikot produk Prancis sebagai bentuk protes.

Kecaman tak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga kalangan Kristen, salah satunya penyiar senior berita Al-Jazeera yang berbasis di Qatar Jalal Chahda.

“Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan # Mohammad. Berkah dan damai,” lewat Twitter dilansir dari Anadolu Agency, Senin 26 Oktober 2020, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Chahda juga melampirkan foto yang menyatakan: “Muhammad, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.”

Postingan Chada kemudian diikuti oleh komentar dari rekan Muslimnya yang memuji tweet tersebut.

Ghada Owais, presenter Al-Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, men-tweet ulang tweet Chahda

Ia mengatakan, “Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam.”

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh mengatakan. “Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania.

Michael Ayoub berkata di Twitter: “Saya benar-benar membenci orang [yang] menghina agama orang lain atau mengejek dia atau utusannya.” “Apa yang terjadi di Prancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab.”

Pengacara Mesir Nevin Malak juga men-tweet disertai tagar ‘#Against menghina nabi’ yang mengutip beberapa ajaran Alkitab yang menyerukan untuk menghormati agama lain.

Selama beberapa hari terakhir, Prancis telah menyaksikan pemasangan gambar dan gambar yang menghina Nabi Muhammad di fasad beberapa bangunan di negara itu.

Selain kartun provokatif, awal bulan ini, Presiden Macron menggambarkan Islam sebagai agama yang sedangn dalam krisis. Dia juga mengumumkan rencana mendorong undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya “separatisme Islam” di Prancis.

Umat Muslim di Prancis telah menuduhnya mencoba menekan agama mereka dan melegitimasi Islamofobia.

Beberapa negara Arab seperti Turki dan Pakistan juga mengutuk sikap Macron terhadap Muslim. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan “pemeriksaan kesehatan mental.”

Editor: Emha

Berita ini tayang di CNNIndonesia.com, Senin 26 Oktober 2020, dengan judul “Umat Kristen di Arab Kecam Presiden Prancis karena Hina Islam”.

LAINNYA
x