src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Festival Kuliner Pangan Lokal 2025, Dorong Konsumsi Pangan Berbasis B2SA

Festival Kuliner Pangan Lokal 2025, Dorong Konsumsi Pangan Berbasis B2SA

2 minutes reading
Thursday, 6 Nov 2025 16:19 103 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Festival Kuliner Pangan Lokal dilaksanakan pada 6-12 November 2025 di Halaman Kantor Dinas Pangan dan parkiran Lapangan Battiwakkal. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2025 dan Hari Jadi ke -72 Kabupaten Berau.

Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Rusnan Hefni menyampaikan festival ini sangat kreatif dan mampu menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, untuk berkunjung serta mencicipi beragam kuliner yang disajikan.

“Ini juga menjadi langkah positif dalam mengimbangi kecenderungan masyarakat yang lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji,” tuturnya.

Menurutnya, keanekaragaman konsumsi pangan merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal di Kabupaten Berau.

“Saya berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya diversifikasi pangan, khususnya sumber karbohidrat,” ujarnya.

Selain beras yang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, ada banyak alternatif lain yang tidak kalah bergizi, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan pisang. Kata dia, ragam pangan lokal tersebut juga lebih ekonomis dan mudah diakses oleh masyarakat.

Dijelaskannya, keanekaragaman konsumsi pangan berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sangat penting, terutama dalam percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada jajaran Dinas Pangan untuk terus memperkuat ketahanan dan ketangguhan pangan Kabupaten Berau.

“Mari kita laksanakan program-program dan inovasi yang dapat memaksimalkan penerapan B2SA demi kesehatan masyarakat khususnya di Bumi Batiwakkal,” ucapnya.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, festival ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga dan dilaksanakan selama tujuh hari. Tema yang diangkat adalah ‘Bergandengan Tangan untuk Pangan dan Masa Depan yang Lebih Baik’.

Menurutnya, pola konsumsi masyarakat masih belum sepenuhnya mengikuti kaidah B2SA. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai strategi percepatan dalam upaya mendorong keanekaragaman konsumsi pangan.

“Strategi ini akan terus disusun bersama pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga dapat menghasilkan pola konsumsi berbasis pangan lokal yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sosialisasi mengenai B2SA telah dilakukan secara berkesinambungan, baik melalui program di sekolah maupun di kampung-kampung. Saat ini program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang berjalan dan bersinergi dengan B2SA, sehingga mendukung upaya yang telah dijalankan di daerah.

Selain sosialisasi, Dinas Pangan juga melaksanakan berbagai pelatihan, termasuk di tingkat SMA, untuk mendorong kecintaan terhadap makanan lokal. “Kemudian, ada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berperan aktif dalam pengembangan dan penjualan produk pangan lokal di Kabupaten Berau,” tutupnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x