23.2 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Diskominfo Berau Himbau Anak Muda Bijak Manfaatkan Medsos

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB –Hari Pahlawan ke-75 yang diperingati tanggal 10 November lalu, menjadi momentum bagi kalangan anak muda turut menjaga persatuan bangsa. Utamanya bijak menggunakan media sosial (medsos).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Susila Harjaka mengatakan penyalahgunaan medsos dengan cara menyebarkan hoaks dapat mengakibatkan perpecahan keutuhan negara.

“Hati-hati dalam menggunakan medsos, karena didalamnya banyak berita hoaks dan ujaran kebencian yang sangat berbahaya. Jangan salah menggunakan media sosial karena akibatnya bisa memecah negara,” ujar Harjaka menghimbau anak muda, Minggu, 15 November 2020.

Berita hoaks, ujaran kebencian, adu domba akhir-akhir ini menurut pengamatan Harjaka marak beredar di medsos. Kalangan anak muda mesti turut mencegah penyebaran informasi yang tidak benar tersebut.

“Ini sangat berbahaya dan tidak boleh kita sebarluaskan. Dalam konteks bernegara, kita bisa hancur jika berita hoaks dan ujaran kebencian marak,” ungkapnya.

Menurut Harjaka, saat ini di Indonesia terdapat 130 juta pengguna media sosial aktif, dimana sebagain besar yang mengakses adalah generasi milenial. Oleh karena itu, ia mengajak untuk cermat atas konten yang disebarkan melalui media sosial.

“Isi media sosial menurut data Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan menyebutkan banyak yang berisi berita bohong, informasi bersifat menghasut, dan informasi tidak akurat,” tegasnya.

Sebagai anak bangsa yang baik harus bijaksana dalam menggunakan media sosial, terlebih pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang dilaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak, yang bisa diramaikan berita hoaks, ujaran kebencian dan berita tidak benar.

“Mari bersama-sama kita menggunakan filter ketika mendapatkan informasi atau berita yang belum tentu kebenarannya,” harap Harjaka.

Oleh karena itu pihaknya mendorong masyarakat agar dapat menyaring informasi sebaik-baiknya.

“Untuk identifikasi informasi kita perlu mengetahui sumbernya, apakah punya otoritas atau tidak. Selain itu kita juga harus bisa menyaring berita, jangan menyebarkan berita yang mengandung kekejian dan penghinaan,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Sofi

Editor : Amin

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER