29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Bisnis Migas Perusda Kaltim Jangan Kalah dengan Daerah Lain

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Potensi Migas sangat besar di Kaltim. Daerah ini jangan sampai kalah dengan daerah lainnya di Indonesia dalam tata kelola bisnis Migas lewat Participating Interest (PI).

“Pengamatan saya, Pemprov Kaltim masih kalah dengan daerah lainnya yang sama-sama memiliki hak PI, justru daerah lain keuntungannya lebih besar, ”  sebut Pakar Migas Indonesia, Rudi Rubiandini, saat menjadi pembicara Temu Media Kukar Tahun 2021, bersama SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Kamis 14 Oktober 2021, di Hotel Grand Fatma Tenggarong.

Mantan Wakil Menteri ESDM RI tersebut membandingkan pengelolaan PI yang dilakukan Pemprov Jawa Timur. Melalui Perusdanya, Jatim sudah meraup keuntungan Rp 7 triliun.

“Bahkan Perusda Pemprov Riau dan Sumsel sudah ada yang punya pengeboran sendiri karena modalnya sudah kuat, ” jelasnya.

Jika ingin Perusda Kaltim mendapatkan keuntungan besar, lanjut dia, yang harus dilakukan adalah pemberian kewenangan besar. Tahap awal jangan terlalu ditekan untuk mengejar keuntungan.

“Padahal baru bermain bisnis Migas belum 5 tahun, sudah ditekan memperoleh keuantungan yang besar, harus sumbang PAD dalam jumlah besar, ” ucapnya.

Saran dia juga, Perusda Kaltim untuk tahap awal jangan masuk ke bisnis inti eksplorasi dulu. Dimulai dari bisnis pendukung kegiatan operasional bisnis Migas yang dilakukan SKK Migas. Itu sangat besar peluang keuntungannya.

“Nanti kalau sudah miliki modal banyak, masuk terjun ke bisnis eksplorasi, ” sebutnya.

Rudi memastikan, potensi Migas tidak akan habis dalam waktu tertentu sepanjang terus dilakukan eksplorasi dan produksi. Dengan begitu, Migas masih bisa dinikmati masyakat Indonesia.

“Waktu saya kuliah tahun 1980, dosen saya bilang, potensi Migas kita hanya bertahan 10 tahun lagi. Seharusnya tahun 1990 migas kita habis, ini sudah tahun 2021, Migas kita masih berlimpah saja, ” ucapnya.

Senior Manager Humas SKK Migas Kal-Sul, Wisnu Wardana mengatakan selama 2 tahun Pandemi COVID-19, SKK Migas hampir tidak punya kegiatan bersama media dan wartawan. Akibatnya, kegiatan sosialisasi juga sedikit sekali.

“Disadari atau tidak informasi yang semakin cepat ini, hanya bisa dibantu oleh rekan-rekan wartawan. Pentingnya kehadiran teman-teman media membantu kegiatan hulu migas yang kami lakukan,” jelas pria berkaca mata tersebut.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU