src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPRD Berau Madri Pani. Foto: RiskaHEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani mempertanyakan transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di Kabupaten Berau.
Pasalnya, dirinya menyampaikan, dulu di setiap Musrenbang kecamatan perusahaan itu mempresentasikan dana CSR-nya.
“Selama ini CSR yang ada di Kabupaten Berau belum ada transparansi sebagai wujud dari realisasi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Dikatakan, dulu ada di setiap Musrenbang menghadirkan pihak ketiga untuk mempresentasikan program yang sudah disiapkan untuk kampung di lingkar tambang pada saat itu.
“Semacam wujud kepedulian dari perusahaan itu sendiri, melalui infrastruktur, bantuan rumah ibadah, posyandu dan sarana-sarana lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya bahkan sudah mengingatkan. Sehingga kepala kampung dapat memanfaatkan peluang -peluang yang ada demi masyarakat luas.
“Berapa sih CSR yang sudah tersalurkan di Kabupaten Berau bagaimana ingin kami tindaklanjuti,” ucapnya.
Dirinya mengatakan, harusnya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas. Sehingga, masyarakat dan kepala kampung mengetahui penyaluran dana CSR.
“Jadi perlu keterbukaan publik untuk masyarakat. Karena kita tidak tahu CSR itu betuknya seperti apa,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Riska