src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi: Tim SAR sedang mencari korban tenggelam di Pantai Kemala Beach Balikpapan, pada November 2025. (Antara Kaltim/HO- Kantor SAR Balikpapan)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Potensi banjir rob Kaltim, pasang laut, peringatan BMKG, pesisir Kalimantan Timur, dan periode 5–7 Desember 2025 menjadi perhatian utama masyarakat pesisir. Sejumlah kawasan diproyeksikan mengalami kenaikan muka air laut yang dapat mengganggu aktivitas harian warga.
Dilansir dari Antara Kaltim, BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan mengimbau warga mewaspadai pasang laut setinggi 2,9 meter yang berpotensi terjadi pada 5 hingga 7 Desember 2025. Kondisi ini dapat memicu banjir rob terutama di wilayah pesisir yang berada dekat garis pantai.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG, Diyan Novrida, menyebutkan bahwa puncak pasang laut di Balikpapan diperkirakan terjadi pada 5, 6, dan 7 Desember 2025 sekitar pukul 18.00–20.00 WITA. Setelah itu, surut terendah diprediksi terjadi pada 8 Desember pukul 02.00 WITA dengan ketinggian hanya 0,3 meter.
Pasang laut ini dipastikan berdampak pada lima kawasan pesisir di perairan Balikpapan, yakni:
Daerah-daerah tersebut memiliki banyak tambak aktif. Jika air laut naik hingga maksimum, budi daya udang, ikan, maupun kepiting dikhawatirkan terdampak arus kuat yang berpotensi merusak tambak warga.
BMKG mengingatkan bahwa pasang tinggi ini tidak hanya mengancam sektor perikanan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas lain, termasuk:
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal atau beraktivitas dekat garis pantai.
Selain Balikpapan dan sekitarnya, beberapa wilayah muara sungai di Kaltim juga berpotensi terdampak pasang tinggi.
Kondisi pasang yang serupa di dua daerah ini berpotensi menimbulkan genangan di wilayah rendah dan area pemukiman yang berada sangat dekat dengan bibir sungai maupun laut.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi banjir rob Kaltim pada awal Desember ini. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan monitoring informasi cuaca sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko kerugian material maupun gangguan aktivitas harian.
Dengan tingginya pasang hingga 2,9 meter, masyarakat pesisir dari utara hingga selatan Kalimantan Timur diimbau tetap waspada dan memantau perkembangan informasi resmi.