src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO – Mi instan sudah lama jadi makanan favorit banyak orang. Harganya murah, cara masaknya cepat, dan rasanya menggugah selera. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi mi instan berlebihan justru menyimpan risiko kesehatan yang serius. Apalagi jika kamu terbiasa makan mi setiap hari.
Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip Healthline, mi instan terbuat dari tepung terigu yang diperkaya zat besi dan vitamin B sintetis. Meski begitu, kandungan nutrisinya masih jauh dari lengkap. Jika dibandingkan dengan mi segar, mi instan minim antioksidan, rendah fitokimia, dan kalorinya jauh lebih tinggi.
Sebuah studi di Nutrition Journal pada 2019 bahkan menemukan bahwa wilayah di Jepang dengan jumlah restoran ramen terbanyak juga memiliki tingkat kematian akibat stroke yang lebih tinggi. Temuan ini memperkuat peringatan bahwa konsumsi mi instan berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh.
Mi instan memang praktis, tetapi bukan pilihan ideal untuk dikonsumsi setiap hari. Para ahli menyarankan agar konsumsi mi instan dibatasi dan dikombinasikan dengan makanan bergizi, seperti sayur, protein sehat, dan karbohidrat kompleks. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati mi tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya