23.9 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Angin Puting Beliung Terjang Pemukiman Warga di Sangatta

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang pemukiman warga di Sangatta Utara pada pukul 16.23 WITA, pada Selasa 15 Desember 2020 sore tadi. Sehingga menyebabkan puluhan atap rumah warga terbang dibawa angin, dimana kejadian paling parah terjadi di Gg Rezeki, Teluk Lingga dan sepanjang Jl Poros Kabo, Sangatta Utara.

Marius (32) salah-satu warga di wilayah Kabo, mengaku terkejut dengan kejadian angin kencang yang datang tiba-tiba lantas disertai awan hitam dan hujan deras pada sore tadi.Terlebih saat kejadian itu terjadi, warga banyak yang baru pulang kerja.

“Banyak bangunan rumah yang atapnya terbang tertiup angin kencang. Hal ini jelas saja membuat warga yang atap rumahnya terbang, lantas kebasahan serta kedinginan terkena air hujan,” ungkapnya.

Diterangkan pula oleh Fuad (25), warga Yos Sudarso II yang kebetulan melintasi wilayah Kabo. Yang harus terpaksa berteduh dan menyingkirkan motornya pada salah-satu bangunan perusahaan, agar tidak terkena secara langsung tiupan angin puting beliung yang disertai hujan deras.

Baca Juga  Jokowi Siapkan Jatah Vaksin COVID-19 untuk 5.000 Jurnalis

“Ngeri anginnya, kencang sekali. Banyak kios-kios tempat jualan yang atapnya terbang ditiup angin. Jarang sekali kejadian seperti ini terjadi di Sangatta, kalau tidak salah terakhir terjadi pada beberapa tahun lalu. Kasihan melihat pedagang yang atap kiosnya terbang dihajar angin,” ungkapnya.

Tidak saja sepanjang Jl Poros Kabo, angin deras juga menyebabkan perihal serupa pada pemukiman warga di Gg Rezeki, Teluk Lingga Sangatta Utara. Ada puluhan rumah warga yang juga diterpa angin kencang, selain menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga juga menyebabkan pohon-pohon tumbang karenanya.

Baca Juga  Berbaring di Kapal, Armansyah Tiba-Tiba Loncat ke Mahakam, Rekan Mancing Panik

Doni (29) salah-satu masyarakat yang berdiam di wilayah Teluk Lingga, mengaku bahwa kejadian sore tadi begitu mencekam. Selain atap beterbangan juga menyebabkan pohon tumbang.

“Warga langsung bergotong-royong memotongi pohon-pohon tumbang dengan mesin pemotong kayu, agar jalanan keluar masuk pemukiman warga dapat dilintasi. Alhamdulillah saat ini kondisi cuaca telah kembali normal,” terangnya.

Penulis : RJ. Warsa

Editor : Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar