src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya. (msd/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pembangunan gedung Sekolah menengah atas (SMA) di Kalimantan Timur belum merata. Akibatnya, banyak anak-anak tidak merasakan akses pendidikan yang layak.
Diketahui, Kabupaten Kutai Kartanegara, ada empat kecamatan dilaporkan belum memiliki SMA yang memadai. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Marangkayu, serta Kota Bangun.
Hal tersebut mendorong perwakilan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta pembangunan unit sekolah baru.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Satya Adi Saputra mengatakan bahwa sudah lama dia mendengar kabar ini dari koleganya anggota DPRD dapil Kukar, Salehuddin.
“Kemampuan fiskal daerah terbatas karena adanyan pemotongan anggaran dari pusat yang menjadi salah satu faktor terhambatnya realisasi pembangunan sekolah di daerah,” ungkapnya, Kamis (26/11/2025).
Menurutnya, masalah ini bukan soal pembangunan secara fisik, melainkan masa depan anak bangsa. Andy Satya meminta kepada Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menyiapkan secara khusus pembangunan sekolah baru dalam lima tahun kedepan.
“Harapannya, pendidikan di Kaltim semakin maju, dan pembangunan harus dilakukan secara terencana dan menyeluruh untuk memastikan hak pendidikan di Kaltim merata,” pungkasnya. (msd)