src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 60 Persen Pemilih Pilkada Kaltim Anak Muda, Bawaslu Ajak Tangkal Hoaks hingga Politik Uang

60 Persen Pemilih Pilkada Kaltim Anak Muda, Bawaslu Ajak Tangkal Hoaks hingga Politik Uang

2 minutes reading
Tuesday, 3 Sep 2024 19:09 168 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur mengajak generasi Z dan milenial untuk aktif menangkal penyebaran hoaks serta isu-isu negatif yang kerap beredar menjelang Pilkada baik itu di dunia maya maupun dunia nyata.

Hal ini diungkapkan Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung, mengingat bahwa lebih dari separuh pemilih berasal dari kalangan muda.

“Pemilih muda, termasuk gen Z dan milenial, hampir 60% dari total pemilih di Pemilu sebelumnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga pemilu yang bersih dan demokratis,” katanya pada Selasa, 3 September 2024.

Menurut Galeh, generasi muda adalah kelompok yang paling akrab dengan dunia maya, tempat persebaran hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA..

“Kami ingin mereka bisa menjadi pelopor dalam mengatasi berita palsu. Jangan mudah percaya dan sebisa mungkin ubah narasi negatif menjadi positif,” ujar Galeh.

Bahkan, Bawaslu juga bekerja sama dengan platform media sosial seperti Facebook untuk menurunkan konten yang mengandung informasi palsu atau menghasut.

“Kami punya kewenangan memberikan rekomendasi ke platform-platform ini agar menghapus konten yang melanggar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi pemilih muda, termasuk mahasiswa dan siswa SMA kelas 3 yang sudah memenuhi syarat usia sebagai pemilih.

“Mereka anak-anak SMA diajak untuk lebih memahami proses pengawasan pemilu dan pentingnya melaporkan setiap dugaan pelanggaran.”

“Kami ingin generasi muda ini menjadi benteng terakhir dalam menjaga integritas pemilu, menekan praktik politik uang, dan memantau segala bentuk kecurangan,” lanjut Galeh.

Dikatakannya, praktik politik uang masih menjadi tantangan serius. Namun, ia optimistis dengan peran aktif generasi muda, praktik tersebut bisa diminimalisir.

“Keterlibatan anak muda sebagai pengawas independen adalah kunci untuk menghadapi praktik-praktik kotor ini,” demikian Galeh. (Zayn)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x