src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
pemerintah Kecamatan Palaran menyalurkan bantuan kepada warga terdampak corona. (ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kecamatan Palaran menjadi salah satu wilayah tertinggi angka penularan kasus COVID-19 di kota Samarinda. Berstatus zona merah.
Namun demikian, pemerintah Kecamatan Palaran telah mempersiapkan penanganan dan mengantisipasi terjadinya lonjakan. Yakni dengan menggencarkan edukasi pada masyarakat akan bahaya COVID-19, rutin menggelar patroli dan razia di tempat keramaian, penanganan jika ada warganya yang terpapar COVID-19, baik itu yang isolasi mandiri maupun yang memerlukan rujukan puskesmas dan rumah sakit hingga menyediakan lokasi pemakaman bagi warganya yang meninggal karena COVID-19.
Mulai dari pemulasaraan jenazah hingga penguburan. Sejak ditetapkannya Samarinda masuk dalam PPKM level 4, Satgas COVID-19 Kecamatan Palaran instens melaksanakan pembagian sembako bagi warganya yang terdampak.
Camat Palaran Suwarso mengatakan, sebagai bagian dari Satgas COVID-19 tingkat kecamatan, pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayahnya sesuai dengan Instruksi Wali Kota Samarinda Nomor 4 tahun 2021.
Dikatakannya, saat ini di Kecamatan Palaran terdapat sebanyak 309 warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman). Data tersebut diambil dari perpaduan data yang ada di Puskesmas Palaran dan data dari RT.
“Memang ada sebagian kecil yang tidak melapor kepada kami kalau menjalankan Isoman, karena masih ada anggapan bahwa kalau terpapar COVID-19 itu aib,” ucapnya pada headlinekaltim.co.
Bagi warga yang menjalani Isoman, Puskesmas Palaran akan melakukan pemantauan dan kunjungan pada pasien Isoman.
“Jika saturnasi pasien di bawah 94, maka akan langsung direkomendasikan diantar ambulans ke rumah sakit. Di Palaran sudah ada dokter khusus yang menangani konfirmasi rumah sakit. Artinya ketika saturasi pasien rendah, maka dokter akan mencari rumah sakit dan pasien tidak terlantar,” katanya lagi.
Suwarso juga memberikan apresiasinya kepada dokter khusus di Palaran yang menangani pasien COVID-19. Termasuk dengan tim relawan yang sigap bergerak cepat jika dibutuhkan untuk penanganan pasien COVID-19.
Penulis: Ningsih