src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO – Amalan Sunnah Bulan Ramadhan menjadi pelengkap penting dalam menyempurnakan ibadah puasa wajib. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah Ramadhan karena setiap kebaikan di bulan suci ini dilipatgandakan pahalanya. Dengan menghidupkan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan, seorang Muslim tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah Ramadhan, tetapi juga meraih keutamaan Ramadhan yang besar, termasuk peluang bertemu Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah: 185). Hadis riwayat Muhammad SAW juga menegaskan, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dilansir dari liputan6.com, berikut 13 Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang paling dianjurkan:
Sahur adalah Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً”
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh juga dianjurkan selama tidak melewati batas fajar.
Menyegerakan berbuka saat matahari terbenam termasuk Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang ditekankan.
“لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ”
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan kurma atau air, sebagaimana riwayat HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Ini menjadi bagian dari Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang mengandung hikmah kesehatan dan spiritual.
Waktu berbuka adalah saat mustajab untuk berdoa. Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ di antaranya:
“اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ”
Memberi makan orang berpuasa merupakan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang berpahala besar.
“مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ…” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Shalat malam di bulan suci adalah Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang istimewa.
“مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Membaca dan mentadabburinya termasuk Amalan Sunnah Bulan Ramadhan utama.
“اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ” (HR. Muslim).
Rasulullah ﷺ paling dermawan di bulan Ramadhan. Sedekah menjadi Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang melipatgandakan pahala.
“عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي” (HR. Bukhari dan Muslim).
Umrah pada bulan suci menjadi salah satu Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang pahalanya sangat besar.
I’tikaf termasuk Amalan Sunnah Bulan Ramadhan untuk meraih Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir (HR. Bukhari dan Muslim).
Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Menghidupkannya adalah Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang menjanjikan ampunan dosa.
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari ucapan dusta dan sia-sia. Menjaga lisan termasuk Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang menyempurnakan ibadah.
“فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ” (QS. Al-Baqarah: 152).
Dzikir dan doa adalah Amalan Sunnah Bulan Ramadhan yang dapat dilakukan kapan saja, terutama saat sahur dan berbuka.
Menghidupkan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya menyempurnakan ibadah wajib, mendapatkan pahala berlipat ganda, meraih cinta Allah, mengikuti teladan Rasulullah ﷺ, hingga memperoleh ampunan dosa.
Dengan mengamalkan Amalan Sunnah Bulan Ramadhan secara konsisten, seorang Muslim tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah Ramadhan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan keistiqamahan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ”
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit” (Muttafaq ‘Alaih).