src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat di Kaltim Sepekan Belakangan

Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat di Kaltim Sepekan Belakangan

2 minutes reading
Wednesday, 19 Jan 2022 21:40 308 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam sepekan terakhir, kasus penularan COVID-19 di Benua Etam terjadi peningkatan. Bahkan, dalam dua hari ini, angka kasus terkonfirmasi di atas 10 kasus.

Berdasarkan data infografis COVID-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim tertanggal 19 Januari 2022, tercatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif baru COVID-19 sebanyak 19 kasus dan 19 pasien dirawat.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini terbanyak terjadi di Kota Bontang, yakni sebanyak 8 kasus, disusul Kota Balikpapan dan Kabupaten Berau masing-masing 4 kasus.

Sedangkan Kota Samarinda, Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Barat masing-masing terdapat penambahan 1 kasus. Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang masih berstatus zona hijau. Sedang 9 kabupaten/kota lain berstatus zona kuning.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menyebut, penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim dalam waktu beberapa hari ini adalah dampak dari masa libur Natal dan Tahun Baru.

Dia mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim terjadi hingga bulan Februari 2022.

“Kita setelah melewati libur, dengan pergerakan masyarakat yang tinggi selama Natal dan Tahun Baru, ditambah ada varian baru Omicron maka efeknya akan terlihat setelah sebulan sampai dua bulan berikutnya. Karena mungkin pada saat libur kemarin sempat dibatasi pergerakannya, tapi mereka mengambil setelah libur. Biasanya itu dilakukan para pekerja,” ujarnya saat ditemui Headlinekaltim.co di ruang kerjanya pada Rabu 19 Januari 2022.

Dikatakan, adanya peningkatan kasus COVID-19 ini juga karena adanya pelaku perjalanan. “Seperti di Berau, pekerja yang baru pulang dari Jakarta, kembali ke perusahaannya dan ternyata mereka membawa (virus COVID-19, red) dan sempat menyebarkan di area kerja. Mess perusahaan. Ini yang perlu diantisipasi,” katanya.

Lanjut dia, pertumbuhan Omicron saat ini sudah semakin tinggi di Indonesia. Awalnya hanya dilaporkan sekitar 10 persen kasus penularan, tetapi saat ini sudah menjadi 30 persen. Gambaran kasus juga meningkat di Kaltim dalam 2 hari terakhir.

“Kita sudah menyampaikan bahwa ini belum berakhir, terlihat melandai memang betul, tapi sifatnya sementara dan kita sampaikan bahwa efeknya dari Nataru ini akan ada peningkatan. Harusnya pengalaman sebelumnya Juli Agustus dijadikan hikmah. Kejadian akan tetap sama kalau kita mengabaikan,” tutupnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x