src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Asisten III Setkab Kukar, Totok Heru Subroto, saat serahkan bendera Fordamai IKN Kukar ke Ketuanya Sofyan Latoriri.(andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat menghadiri pelantikan Forum Pemberdayaan Masyarakat Indonesia(Fordamai) IKN wilayah Kukar, mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah, Asisten III Setkab Kukar, Totok Heru Subroto. Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Kukar Rinda Desianti dan Kepala Disnaker Kukar, Ahmad Hardi Dwi Putra. Serta tokoh masyarakat Kukar.
Totok menyebut Fordamai IKN bisa bersinergi dengan Pemkab Kukar dalam pembangunan berkelanjutan.
“Pembangunan IKN terus berjalan sistemik, fokus, dan berkelanjutan,” ucap Totok, Sabtu 17 September 2022 di Pendopo Bupati Kukar.
Pembangunan yang dijalankan harus punya strategi tepat agar terbaca potensi besar, hambatan internal dan eksternal. Geopolitik pembangunan IKN sangat tepat di Kaltim khususnya wilayah PPU dan Kukar.
“IKN nusantara Kaltim nantinya megah dan modern,” sebut Totok.
Totok menyebut lagi, saat ini Era kolabosasi pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, sinergitas akan terus dilakukan. Kukar sebagai daerah mitra IKN. Proses akselerasi bisa berjalan lancar. Sesuai visi sebagai lumbung pangan mendukung IKN.
” Saya kebetulan jabat Ketua lumbung pangan kukar periode 2022-2026, nanti kita akan selalu berkolaborasi,” ucapnya.
Ketua Fordamai IKN Kukar, Sofyan Latoriri menyebut, kota Samarinda, Balikpapan, Kukar dan PPU sebagai satu kesatuan kota metropolitas di IKN, mengurangi ketimpangan ekonomi dengan pulau Jawa. Dampak pembangunan infrastruktur IKN sudah terasa secara ekonomi.
Sofyan mencontohkan, pembangunan Bendungan semoy di kecamatan Sepaku sudah berjalan, kebutuhan pangan sangat tinggi. Kebutuhan tenaga kerja juga tinggi.
” Pada 29 Agustus 2022 sudah tandatangani 19 kontrak infrastruktur senilai Rp 5,2 T, perlu wadah menggerakan SDM, sehingga mampu mensejahterakan rakyat. Mampu berkembang dan menyatukan perbedaan dan pemetaan sumber daya manusia.meningkatkan optimis masyarakat lokal terhadap pembangunan IKN,” sebutnya.(Adv162/Andri)