23.8 C
Samarinda
Friday, March 1, 2024

Teror Buaya Kerap Muncul, Ketua DPRD Berau Harap Ada Kajian dan Solusi dari DLH dan BKSDA

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Teror hewan buas di perairan kerap kali muncul, kasus yang paling besar menarik perhatian yakni seorang pria yang ditemukan tinggal separuh akibat diterkam buaya di Pesisir Pantai Muara Capuak, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Berau Madri Pani menyampaikan, kejadian orang tewas diterkam buaya bukan hanya sekali saja terjadi di Kabupaten Berau, sehingga ia menyayangkan hal tersebut dan meminta solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Hal ini karena bukan hanya berisiko kepada pengunjung wisata saja, akan tetapi juga berdampak bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Terutama, kata dia, yang bekerja sebagai nelayan atau petambak di perairan Bumi Batiwakkal.

Untuk itu, dirinya minta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau agar memperhatikan ekosistem buaya khususnya di Kabupaten Berau.

“Jangan sampai masyarakat takut untuk mencari rezeki karena khawatir ada buaya di perairan,” tuturnya.

Menurutnya, para pelaku usaha tambak maupun nelayan sudah pasti dirugikan.

“Karena juga sudah ada banyak laporan masyarakat pesisir Berau yang usaha tambaknya dinaiki oleh buaya,” bebernya.

Ia meminta kepada DLHK Berau untuk mengkaji kembali terkait penanganan buaya yang membuat nelayan menjadi ketakutan mencari ikan di perairan. Namun, hal tersebut juga tidak membahayakan bagi habitat buaya yang ada.

“Kalau perlu pihak BKSDA mengkaji ulang kebijakan yang berlaku seperti melakukan penangkapan buaya dan dibuatkan penangkaran sebagai tempat wisata,” ungkapnya.

Hal yang menjadi alasan buaya saat ini mulai berkeliaran karena sumber makanan hewan buas ini berada di hulu sungai sudah habis dan tercemar oleh limbah pabrik, sehingga habitat aslinya telah rusak.

“Seperti tercemar limbah dari tambang atau sawit hasil pemupukan, sehingga buaya naik ke sungai permukiman warga untuk mencari makan,” ungkapnya.

Madri berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Sehingga para nelayan atau petambak bisa bekerja kembali tanpa ada rasa takut,” pungkasnya. (Adv/Riska)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -