Beranda BUMI ETAM Tambah 392 Kasus, Hari Ini Kaltim Urutan Ketiga Tertinggi se-Indonesia

Tambah 392 Kasus, Hari Ini Kaltim Urutan Ketiga Tertinggi se-Indonesia

Lima Pasien Meninggal, Total 7.459 Kasus Corona di Kaltim - headlinekaltim.co
Andi M Ishak
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hari ini, Provinsi Kaltim berada di urutan ketiga dalam pertambahan jumlah kasus baru COVID-19 se-Indonesia. Penambahan kasus COVID-19 hari ini, Jumat 25 September 2020 menembus rekor tertinggi yakni 392 kasus. Total sudah 7.851 kasus di Bumi Etam.

Posisi Kaltim setelah DKI Jakarta dengan 1.171 kasus dan Jawa Barat 734 kasus. Di bawah Kaltim, yaitu Jateng 331 kasus dan Jatim 293 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Kaltim, Andi M Ishak menuturkan 392 kasus baru hari ini berasal dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Kutai Kartanegara 19 kasus, Kutai Timur 46 kasus, Balikpapan 22 kasus dan Samarinda  302 kasus.

Advertisement

Tambah 392 Kasus, Hari Ini Kaltim Urutan Ketiga Tertinggi se-Indonesia

“Kasus yang dirawat di Kaltim total kini 2.477 kasus atau ada penambahan 329 kasus baru. Kemudian, total kasus sembuh 5.080 kasus atau ada penambahan 55 kasus sembuh baru,” kata Andi.

Sementara, kasus meninggal di Kaltim total ada 294 kasus atau ada penambahan 8 kasus meninggal dunia. “Kasus terkonfirmasi COVID-19 yang dilaporkan meninggal sebanyak 8 kasus berasal dari Berau 1 kasus,

Kutai Barat 1 kasus, Kutai Kartanegara 1 kasus dan Samarinda 5 kasus,” ujar Andi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih menjelaskan tingginya penambahan kasus COVID-19 hari ini di Samarinda merupakan dari hasil testing dan tracing oleh tim surveilance tingkat Kecamatan.

“Sehingga kasus semuanya ringan, jadi cukup isolasi mandiri. Dan, kapasitas rumah sakit di Samarinda masih mampu,” kata Ismed.

Adapun penambahan 302 kasus baru COVID-19 di Samarinda juga merupakan akumulasi dari 2 hari data yang tidak sempat masuk ke Satgas COVID-19 Kaltim.

“Ya ini akumulatif dengan 2 hari data yang tidak  sempat masuk kemarin. Hari ini kita uji sampel ada 300. Dan sebagian besar kasus adalah non klaster,” ujar Ismed.

Penulis : Amin

Komentar
Advertisement