src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sumadi Usulkan CSR Perusahaan Difokuskan untuk Penguatan Ekonomi Kampung

Sumadi Usulkan CSR Perusahaan Difokuskan untuk Penguatan Ekonomi Kampung

2 minutes reading
Saturday, 14 Mar 2026 21:58 52 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Tabur dapat diarahkan untuk penguatan ekonomi kampung secara berkelanjutan dan terarah.

“Gunung Tabur ini hampir dikelilingi perusahaan dan kekayaannya luar biasa. Karena itu kami berharap CSR yang diberikan bisa bersifat jangka panjang dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, program CSR seharusnya tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi kampung. Sumadi mencontohkan, perusahaan dapat membantu membuka lahan perkebunan yang kemudian dikelola oleh pemerintah kampung.

“Setelah memasuki masa panen, hasil dari perkebunan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan asli kampung (PAK),” bebernya.

Ia menilai pada sektor perkebunan seperti kelapa sawit cukup potensial untuk dikembangkan karena relatif mudah dalam pengelolaan dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Misalnya perusahaan membantu membuka lahan 10 sampai 20 hektare. Kalau sawit, perawatannya tidak terlalu sulit. Setelah sekitar tiga tahun sudah bisa panen dan hasilnya cukup besar,” jelasnya.

Sumadi menjelaskan, satu hektare sawit dapat menghasilkan sekitar Rp2 juta. Jika dikelola dalam skala yang lebih luas, pendapatan yang diperoleh kampung dapat mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya. Selain itu, bisa juga untuk pengembangan kakao Berau.

Ia menekankan agar penyaluran CSR tidak diberikan secara pribadi, tetapi melalui pemerintah kampung agar pengelolaannya lebih jelas dan manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kalau diberikan secara pribadi biasanya dijual. Karena itu kami berharap CSR bisa diberikan secara utuh kepada kampung untuk dikelola bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ke depan daerah perlu mempersiapkan sumber pendapatan baru, mengingat keberadaan perusahaan tambang batu bara tidak selamanya bertahan di suatu wilayah. Rata-rata masa operasional perusahaan, kata dia, berkisar antara 15 hingga 20 tahun.

Sementara itu, kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga diperkirakan akan menghadapi tantangan ke depan. Saat ini PAD Berau masih berada di kisaran Rp400 miliar dan sebagian besar digunakan untuk belanja rutin.

“Saya berharap pengelolaan CSR yang tepat dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kampung sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Adv49/Riska)Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x