src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Solar Langka dan Mahal, Harga Pasir Bangunan Melonjak

Solar Langka dan Mahal, Harga Pasir Bangunan Melonjak

2 minutes reading
Friday, 26 Aug 2022 20:39 687 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sejumlah pengusaha tambang pasir yang beroperasi di Kabupaten Berau terpaksa menaikkan harga pasir bangunan. Ini dipicu  kelangkaan bahan bakar jenis solar buat truk angkut. Kalaupun ada, harga solar juga naik.

Salah satu pelaku usaha pasir sekaligus Ketua Koperasi Maju Bersama Berau, Wahyuddin mengaku, terpaksa menaikkan harga lantaran banyak pengusaha pasir yang mengeluh ketersediaan solar yang mahal dan terbatas.

“Sebenarnya kami tidak mau menaikkan harga. Beberapa waktu kemarin semua material lain seperti batu gunung dan batu pecah harganya juga naik. Tetapi, kami masih dapat bertahan,” jelasnya pada Rabu, 24 Agustus 2022 di Kantor Koperasi Maju Bersama Berau, Kelurahan Gunung Panjang, Tanjung Redeb.

Dirinya menjelaskan, untuk mendapatkan bahan bakar solar subsidi saja, harganya menyentuh Rp 240.0000 – 250.000 per galon. Sebelumnya harga biasa menyentuh Rp 130.000 – 140.000. Bahkan, isinya hanya mencapai 15 – 16 liter, tidak mencapai 20 liter.

“Kami bersama teman-teman berunding untuk menjual dengan mengimbangi harga solar ini dengan menaikkan harga pasir dari Rp 75.000 per kubik menjadi Rp 110.000 per kubik,” tuturnya.

Kenaikan harga pasir pun terpaksa disepakati sejak 15 Agustus 2022 kemarin.

Menurutnya, selain solar, sebenarnya truk angkutan bisa memakai dexlite yang harganya Rp 18.000 per liter. Namun, kata dia, kalau harus membeli dexlite, harga pasir justru makin melonjak.

“Bahkan, mobil juga harus mengantre hingga 2 hari untuk medapatkan bahan bakar solar,” tutupnya.

Penulis: Riska

Editor: MH Amal

LAINNYA
x