src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi terkini progres pembangunan sirkuit permanen di Kabupaten Paser. (Dok foto: Nomor Satu Kaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TANA PASER – Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, bersiap menorehkan sejarah baru dalam dunia balap motor. Pembangunan sirkuit road race permanen yang berlokasi di Tanah Grogot terus dipantau ketat oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim. Proyek ini menjadi angin segar bagi pecinta otomotif Kaltim, terlebih sirkuit ini dijadwalkan rampung pada November 2025 dan langsung digunakan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026.
Ketua IMI Kaltim, Narto Bulang, menyampaikan bahwa pihaknya secara intens melakukan monitoring terhadap progres pembangunan sirkuit yang disebut-sebut sebagai salah satu lintasan paling representatif di wilayah timur Indonesia. Sirkuit ini digadang-gadang bakal menjadi ikon baru olahraga balap motor Kaltim.
“Venue Paser sudah, setelah event di Balikpapan kita mau meninjau ke sana bawa orang pusat. Karena kita di Kaltim dapat Kejurnas di sana, dan mereka juga sudah siap,” ujar Narto saat ditemui di Samarinda.
Meski belum sepenuhnya selesai, Narto memastikan bahwa sejauh ini tidak ada hambatan berarti. Progres pembangunan berjalan sesuai dengan rencana awal yang menargetkan penyelesaian pada November 2025. Setelah agenda Kejurprov Balap Motor Series ketiga yang berlangsung di Balikpapan, IMI Kaltim berencana langsung menuju Paser untuk melakukan tinjauan lapangan sekaligus membawa tim dari IMI Pusat.
Langkah ini menunjukkan keseriusan IMI Kaltim dalam memastikan bahwa pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar nasional dan layak menjadi tuan rumah Kejurnas.
Sebelumnya, IMI Kaltim sempat mempertimbangkan penggunaan Sirkuit Kalan Samarinda untuk ajang Kejurnas. Namun, setelah meninjau perkembangan proyek di Paser dan melihat potensi besar yang dimiliki lintasan tersebut, keputusan pun beralih. Menurut Narto, Paser memiliki keunggulan dari segi panjang lintasan, kelandaian, serta aspek teknis lainnya yang menjadi pertimbangan utama.
“Yang jelas lebar dan panjang lurusan jalannya. Karena itu kan ada maksimal dan minimalnya. Jadi motornya takut nggak sampai di top speed-nya kalau panjangnya kurang, sama kemiringannya,” jelasnya.
Artinya, sirkuit di Paser dinilai memenuhi persyaratan teknis untuk mendukung kecepatan maksimal motor, serta memberikan tantangan menarik bagi para pembalap. Ini menjadi poin penting dalam penyelenggaraan Kejurnas, di mana keselamatan dan performa lintasan menjadi prioritas utama.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya