Beranda BERITA Sidang Perdana Pilkada Kukar di MK, Pemohon Sempat Ajukan Perubahan Materi Gugatan

Sidang Perdana Pilkada Kukar di MK, Pemohon Sempat Ajukan Perubahan Materi Gugatan

Sidang Perdana Pilkada Kukar di MK, Pemohon Sempat Ajukan Perubahan Materi Gugatan
Paslon tunggal Pilkada Kukar Edi Damansyah-Rendi Solihin, saat mengumumkan kemenangan di Pilkada Kukar 9 Desember 2020. (foto: Andri/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Sidang perdana gugatan Pilkada Kukar 2020 dengan pemohon Presiden LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Yusuf Rizal dan tergugat KPU Kukar digelar Mahkamah Konstitusi(MK), Selasa 26 Januari 2021. Dengan materi penyampaian alat bukti dari si penggugat.

Sidang juga diberlakukan secara virtual yang diikuti Ketua KPU Kukar Erlyando Saputera dan Divisi Teknis Nofand Surya Gafilah.

“Tadi mulai sidang pukul 15.00 WIB dan selesai hampir pukul 18.00 WIB, dengan agenda pembacaan materi gugatan dan alat bukti dari si penggugat, “ucap Kasubag Hukum KPU Kukar, Waris, melalui telepon.

Penggugat dan tergugat, sama-sama menghadirkan pengacara spesialis sengketa Pilkada. Dari kubu penggugat pihak DPP LIRA diwakili oleh pengacaranya bernama Maulana. Sedangkan dari kubu KPU hadir Komisioner Divisi Hukum Purnomo dan kuasa hukum Hifzil Alim, yang sudah terbiasa menangani sengketa pilkada di MK.

Advertisement

“Agenda selanjutnya sidang pembacaan pembelaan dari kubu KPU Kukar, agendanya 2 Februari 2021 nanti. Ini kami sedang mengumpulkan alat bukti yang akan kami sampaikan nanti, ” ucapnya.

Pada saat sidang perdana ini, kubu KPU menyesalkan pihak penggugat mengajukan materi gugatan kepada hakim sidang MK.

“Untungnya hakim menolak permohonan penggugat, dan meminta tetap menggunakan materi gugatan yang awal diajukan,” jelas Waris.

Pihak penggugat mengaku pengacara yang kami tunjuk juga sudah terbiasa menangani sengketa Pilkada.

Baca Juga  RSUD AM Parikesit Buka Layanan Rapid Test Antigen

“Inti materi gugatan kami adalah, penyelenggara pemilu dengan sengaja menjegal paslon lain, sehingga Pilkada Kukar hanya satu paslon. Calon lain juga punya hak mengikuti pilkada, sehingga tidak menciderai demokrasi, ” paparnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar