34.8 C
Samarinda
Monday, April 15, 2024

Satu Petugas Linmas di Samarinda Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA–Seorang personel Linmas yang sebelumnya bertugas di TPS 69, RT 73 Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda meninggal dunia pada Selasa 20 Februari 2024.

Petugas PAM TPS bernama Donny Rolano ini sempat dirawat di RS Hermina. Diduga dia mengalami kelelahan selama bertugas mengawal hari pencoblosan dan penghitungan suara di TPS-nya.

Kabar ini dibenarkan oleh Komisioner KPU Samarinda Najib ST saat diminta konfirmasinya. “Iya benar. Almarhum sakit dan dirawat di RS Hermina,” katanya kepada headlinekaltim.co. Selasa 20 Februari 2024.

Najib mengaku belum tahu persis petugas PAM TPS tersebut punya penyakit komorbid. Sebab, dia menilai almarhum masih terbilang muda, 44 tahun. “Kelahiran tahun ’79,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Muallimin menyebut seorang petugas PAM TPS di Berau meninggal dunia karena terjatuh di rumahnya akibat kelelahan.

Dengan begitu, kini sudah ada dua petugas PAM TPS di Kaltim yang meninggal dunia usai pencoblosan pada Rabu 14 Februari 2024.

Jaya menerangkan tim medis telah menangani 245 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan saat bertugas pada hari pencoblosan Pemilu 2024 di provinsi tersebut.

Jaya mengatakan  gangguan kesehatan yang dialami petugas KPPS paling banyak berupa maag, kelelahan, dan dehidrasi. Sebagian besar petugas yang sakit adalah perempuan yaitu 150 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 95 orang.
“Ada yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang rawat jalan. Untuk petugas KPPS dan PPS, masih aman, tidak ada yang meninggal. Yang meninggal itu adalah seorang Pam (Pengamanan) TPS di Berau, yang jatuh di toilet rumahnya karena kelelahan,” ujar Jaya, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan  pihaknya telah melakukan siaga pengawasan dan pelayanan kesehatan untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 10 kabupaten dan kota di Kaltim.
Jaya menyampaikan pekerjaan petugas pemilu sangat melelahkan dengan segala konsekuensi yang harus mereka terima. “Kami mengikuti imbauan dari Penjabat Gubernur Kaltim bahwa dari setiap puskesmas wajib menugaskan petugas untuk keliling ke TPS. Kalau satu per satu per TPS, petugas tidak cukup, karena puskesmas hanya ada 188 saja, sedangkan TPS di Kaltim berjumlah 11.441,” kata Jaya.
Dinkes Kaltim juga telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim untuk memastikan kesehatan dan keselamatan petugas Pemilu 2024.
Ia mengatakan petugas pemilu sudah dilengkapi dengan honor, BPJS Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), termasuk santunan kematian jika terjadi. Untuk Pilkada ke depan, pihaknya juga akan menyiapkan vitamin dan petugas kesehatan.
“Kami menyarankan pada Pilkada ke depan, pengurus partai politik yang menugaskan saksinya itu diberikan kompensasi, baik honor, BPJS Kesehatan, JKK, dan santunan kematian,” tuturnya. (amal)

 

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU