src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kegiatan sosialisasi pembentukan Bank Sampah RT 32 Kelurahan Sempaja Timur. (huldi amal/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemberdayaan ekonomi warga menjadi salah satu program unggulan di RT 32 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Selain menggagas sejumlah program pemberdayaan ekonomi khusus kaum perempuan, RT 32 turut membentuk bank sampah.
Sosialisasi sekaligus peluncuran Bank Sampah RT 32 digelar pada Sabtu 5 Juni 2021, pukul 20.00 WITA. Kegiatan digelar dengan protokol kesehatan dan dihelat di ruang terbuka.
Ketua RT 32 Muhammad Sukri mengatakan, pembentukan bank sampah di lingkungannya bertujuan mendukung pemerintah kota dalam pengelolaan lingkungan yang sudah diatur dalam peraturan daerah.
Selain itu, kata dia, kehadiran bank sampah akan membantu warga dalam hal pendapatan ekonomi.
“Warga kami nanti diajari bagaimana memilah dan memilih sampah yang bernilai ekonomis. Mungkin, awalnya tidak seberapa nilai uangnya. Tapi, walaupun kecil, lama-lama menjadi bukit,” katanya.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber. Yakni Iwan Harwidian Maharisma. Pria ini adalah inisiator gerakan pemberdayaan fantastic4waste dan founder startup pengelolaan sampah setorplastik.com dan setorsampah.com.
Kepala Sub Bidang Amdal BLH IATPI Cabang Kaltim tersebut menyampaikan materi fungsi dan manfaat bank sampah.
Narasumber selanjutnya adalah pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda, Dr. Rosdiana SKM, M.Kes yang memberikan materi Sistematika Kerja Bank Sampah.
Sejatinya, Rosdiana adalah motor penggerak bank sampah di RT 32. Menurut dia, bank sampah yang dibentuk ini melibatkan sejumlah mitra seperti pengurus Karang Taruna untuk jasa antar hingga perusahaan rintisan setorsampah.com dan setorplastik.com.
Jadi, warga tak perlu khawatir soal muara pengelolaan sampahnya. “Bahkan, kami juga sudah menjajaki kerja sama dengan beberapa RT tetangga dan mereka siap berkolaborasi,” tukasnya.
Sementara, mahasiswa FKM UWGM, M Risky turut menyampaikan materi soal pengelolaan sampah basah.
Lurah Sempaja Timur yang hadir dalam sosialisasi, Drs Agus Sukmana mengapresiasi program ini. Bahkan, dia menjamin kelurahan akan menampung hasil pengolahan sampah menjadi kompos dan memasarkannya.
Dia juga menyarankan agar pengurus Bank Sampah RT 32 nantinya melakukan sejumlah inovasi. “Lakukan hal yang belum ada di tempat lain. Misalnya, kalau ada warga yang mau masak, kehabisan kecap atau garam, sampahnya yang volume sekian boleh dibawa dan ditukar ke bank sampah,” katanya.
Agenda selanjutnya, warga RT 32 akan mendapatkan pelatihan pemilahan sampah. Termasuk mengolah sampah basah menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis serta memiliki pasar yang jelas.
Penulis: MH Amal