src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahruza.(Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bagi guru honorer Kukar yang belum berstatus sarjana, masih punya kesempatan mendapatkan bantuan biaya pendidikan melalui program 1.000 Guru Sarjana yang dikelola Bagian Kesra Pemkab Kukar.
“Tahun 2022 lalu, guru honorer yang mengikuti program 1.000 Guru Sarjana baru 215 orang,” sebut Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, Senin 3 April 2023.
Dendi memastikan, Program 1.000 Guru Sarjana merupakan kerja sama antara Pemkab Kukar dengan beberapa kampus ternama di Kaltim. Program tersebut, menyasar para guru honorer yang belum sarjana.
“Ada juga guru yang sudah sarjana sebelumnya, tapi belum linier, maka bisa mengikuti program ini,” sebutnya.
Pemkab bekerja sama dengan Unmul Samarinda, Universitas Widya Gama Samarinda, Universitas Terbuka (UT) Samarinda, Unikarta Tenggarong, serta kampus lainnya.
“Program ini hanya membantu biaya kuliahnya saja, dari semester 1 sampai 8, tidak ada biaya lainnya,” katanya.
Pihak kesra memaklumi kekhawatiran guru karena program ini tidak membantu biaya lain selama pendidikan. Seperti transportasi hingga dana penunjang kuliah lainnya.
“Makanya kami sarankan ke kampus-kampus untuk kuliah secara virtual saja bagi guru yang tempat tinggal dan mengajarnya jauh. Sebab, kalau kuliah tatap muka yang mengharuskan guru datang, maka transportasi dan akomodasinya bisa lebih besar dari biaya kuliah,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor juga khawatir program 1.000 guru sarjana sepi peminat.
“Kadang ada guru yang bertanya soal beban mengajar sambil kuliah. Belum lagi capek tenaga dan biaya perjalanan karena yang ditanggung hanya biaya kuliah,” tuturnya.(#)
Penulis: Andri