34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

PPKM Mikro Diperketat, Warga Luar Kukar Tidak Punya Kepentingan Dilarang Masuk

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemkab Kukar memberlakukan pengetatan PPKM Mikro dari 10-20 Juli 2021. Ini melihat kenaikan jumlah pasien COVID-19 yang cukup tinggi dan tingkat kematian kian signifikan.

“Kita sudah tangani 13.898 pasien positif COVID-19, dan kematian tembus 257 orang. Ini membuat kita prihatin dan harus berlakukan PPKM Mikro diperketat, ” ungkap Wabup Kukar Rendi Solihin, saat memantau pos perketatan PPKM Mikro di Tenggarong, Sabtu 10 Juli 2021.

Rendi memantau pos PPKM Mikro di tiga titik dengan menggunakan sepeda motor bersama jajaran Forkopimda Kukar. Tiga titik tersebut posko pintu masuk ke Tenggarong di Desa Perjiwa Tenggarong Seberang, posko simpang Kelurahan Bukit Biru, serta di depan toko Eramart.

Di posko Perjiwa, Wabup Rendi sempat menanyakan ke beberapa pengendara mobil dan sepeda motor yang hendak masuk ke Tenggarong.

“Bapak-ibu yang dari Samarinda, jangan lupa pakai masker dan kalau tidak punya kepentingan mendasar diharapkan jangan ke Tenggarong dulu. Kita lagi memperketat PPKM mikro demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang kembali tinggi di Kukar, ” tegas Rendi kepada warga Samarinda yang melintas.

Rendi menjelaskan, pelaksanaan perketatan PPKM mikro di Kukar tidak sekedar formalitas belaka, tetapi mengedukasi masyarakat agar tidak lengah.

Terlebih, RS yang ada di Kukar semakin penuh. “Ingat tenaga medis sudah bekerja keras dan sangat kelelahan, giliran kita masyarakat yang membantu dengan cara menerapkan prokes yang ketat,” pesannya.

Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama yang ikut memantau pos PPKM mikro mengatakan, ada 50 personel Polres Kukar dibantu oleh jajaran Polsek yang bertugas sampai tanggal 20 Juli 2021.

“Kunci pengendalian Corona adalah pendisiplinan mobilisasi masyarakat. Kita berharap masyarakat tidak lupa menerapkan prokes secara ketat ,” ucap Kapolres.

Kondisi pandemi COVID-19 secara nasional sudah mengkhawatirkan hingga ratusan kota dan kabupaten diberlakukan PPKM darurat, termasuk tiga kota di Kaltim. Balikpapan, Bontang dan Berau.

“Harga oksigen saja saat ini sudah melambung tinggi, ini yang membuat kita khawatir. Kita masih harus kerja keras melawan COVID-19 agar semakin tidak parah ke depannya, ” ujarnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar