src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau Sri Juniarsih menghadiri pesta budaya adat Uman Undad di Tepian Buah Kecamatan Segah.
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pesta Adat ‘UMAN UNDAD’ merupakan suatu acara sakral yang wajib dilaksanakan pada satu tahun musim panen dengan tujuan untuk menyampaikan rasa syukur kepada sang pencipta dan meningkatkan tali silaturahmi masyarakat.
Uman Undad merupakan bahasa Dayak Kenyah Lepoq Jalan. Kegiatan tersebut diawali dengan musik tradisional, tarian-tarian Dayak serta kegiatan menumbuk beras hasil panen hingga menjadi tepung. Pesta tersebut merupakan pesta tahunan yang turun temurun digelar di Kampung Tepian Buah Kecamatan Segah, Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengakui bahwa kegiatan pesta budaya adat Uman Undad tersebut unik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan. Bahkan dirinya memberikan apresiasi kepada masyarakat karena telah berupaya merawat adat istiadat budaya suku Dayak di Kampung Tepian Buah.
“Pesta ini menjadi wujud kegembiraan dan rasa syukur atas panen yang dihasilkan serta sebagai ajang melestarikan budaya di Kabupaten Berau,” jelasnya pada Selasa, 4 Juli 2023.
Dirinya juga mendorong perkembangan potensi pariwisata di Tepian Buah, karena seni budaya suku Dayak maupun tarian menjadi daya tarik pariwisata. Kata dia, bahasa daerah juga harus dilestarikan karena merupakan bagian dari budaya.
“Kami juga memiliki komitmen untuk meningkatkan eksistensi pelestarian adat budaya, ekonomi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pariwisata dan kearifan lokal,” bebernya.

Dikatakan Bupati Sri Junarsih, Kabupaten Berau juga memiliki potensi pada sektor pertanian dan perkebunan. Sehingga dirinya juga memberikan perhatian khusus dalam menangkap peluang IKN kedepannya.
“Saya mendorong peran dari berbagai pihak terkait untuk terus melakukan pembinaan sehingga hasil pertanian maupun perkebunan semakin berkualitas,” tuturnya.
Untuk itu, dirinya berharap agar lebih memperluas area tanam kebutuhan pangan, dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan. (Adv)