src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pom mini dan pengecer BBM akan ditertibkan pascalebaran. (said)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Asisten ll Marnabas Patiroy. menegaskan akan melakukan penertiban Pom Mini di Kota Samarinda yang masih beroperasi. Operasi digelar setelah Hari Raya Idulfitri.
Langkah ini diambil setelah Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan tersebut sudah disahkan sejak akhir tahun lalu.
“Perda kita masih dalam proses di tingkat provinsi dan tidak lama lagi akan keluar. Begitu regulasi diterbitkan, penertiban akan langsung dilakukan, minimal setelah lebaran,” Ucapnya.
Marmabas menekankan, seluruh pengusaha Pertamini akan ditertibkan tanpa pengecualian sesuai aturan yang berlaku. “Tidak ada yang dikecualikan. Jika diperlukan, dan sesuai regulasi kita akan mendorong penambahan SPBU agar distribusi BBM tetap lancar di Kota Samarinda,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan proses penertiban akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Pom Mini kemudian dilanjutkan ke pengecer botolan dan bentuk penjualan BBM ilegal lainnya.
“Menurut undang-undang, distribusi bahan bakar seharusnya berakhir di SPBU dan Pertashop,” katanya lebih lanjut. Saat ini, Perda yang menjadi dasar hukum bagi langkah penertiban sedang dalam tahap finalisasi di tingkat provinsi.
“Sepertinya Perdanya sudah ada di Kemenkumham. Insya Allah setelah lebaran sudah bisa diterapkan dalam penertiban Pom Mini di Samarinda,” jelasnya.
Pemkot Samarinda juga telah membentuk tim khusus yang akan bertanggung jawab dalam proses penertiban ini. “Tim sudah disiapkan sejak lama untuk menangani terkait penertipan Pom Mini dan pengecer,” ungkpanya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait minimnya SPBU di beberapa wilayah, terutama di Palaran, dan Tanah Merah Pemkot Samarinda berencana mengajukan permohonan kepada Pertamina agar menambah fasilitas SPBU atau Pertashop guna memenuhi kebutuhan warga Samarinda.
“Kami akan mengajukan permohonan kepada Pertamina untuk membuka SPBU tambahan di daerah yang membutuhkan, seperti Palaran,” tutupnya. (Said)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim