24.9 C
Samarinda
Friday, January 21, 2022

Ibu dan Anak di Samarinda Kompak Bisnis Sabu-Sabu

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengungkapan kasus Narkotika di Kota Samarinda sepertinya tak ada habis-habisnya. Kali ini, Satreskoba Polresta Samarinda kembali meringkus dua pelaku bernama Reza Ramadani (23) dan seorang wanita Siti Salhah (40).

Diketahui informasi tersebut berawal dari laporan dari masyarakat bahwa kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Gang. Anisa RT 12, Kelurahan Sambutan, sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

Mendapatkan laporan tersebut, pada tanggal 4 Januari 2021 sekita pukul 20.00 WITA, petugas melakukan pengamatan. Terlihat Reza Ramadani sedang berada di depan rumahnya dan dilakukan penggeledahan.

Di tubuhnya, didapati 1 kantong plastik warna hitam yang di dalamnya kemasan kopi ABC. Kemasan kopi berisi 1 poket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 5,03 Gram Brutto.

“Jadi pelaku (Reza) ini kami amankan di rumahnya saat sedang duduk didepan rumahnya,” ungkap Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Rido Doly Christian, melalui Kanit Reskoba Polresta Samarinda, Iptu Purwanto. Senin 10 Januari 2022.

Setelah meringkus Reza, polisi pun melakukan introgasi terhadap pelaku. Kepada polisi, Reza mengaku bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut merupakan titipan ibunya sendiri bernama Siti Salhah.

Setelah melakukan introgasi terhadap Reza, polisi pun akhirnya berangkat untuk meringkus Siti Salhah. Polisi meringkus perempuan ini kala berboncengan dengan suaminya.

“Kami langsung bergerak untuk menangkap Ibu reza (Siti Salhah) yang saat itu sedang dibonceng oleh suaminya. Dan langsung membawa pelaku menuju ke Makopolresta Samarinda untuk dimintai keterangan,” Imbuhnya.

Akibat perbuatan kedua pelaku, mereka diancam dengan pasal 114 ayat 1 subs 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Riski                                                                                                        Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU