src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat evaluasi dan peninjauan lapangan. Foto: Riska. 
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) perbaikan jembatan Sambaliung melakukan rapat evaluasi terkait pengalihan sementara akses penyeberangan selama perbaikan jembatan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, perjalanan hari demi hari pihaknya akan terus melakukan evaluasi-evaluasi dan ada beberapa usulan yang disampaikan dalam rapat tersebut.
“Tentu dalam perjalanan ada kekurangan, kekurangan inilah yang akan kita isi dan perbaiki,” jelasnya pada Minggu, 4 Juni 2023 usai rapat.
Dirinya mengatakan, terkait dengan penguraian transportasi, yang tadinya hanya di Dermaga Singkuang – Limunjan dan Dermaga Sanggam – Jl Raja Alam (cucian mobil).
“Kita coba adanya LCT tambahan yang dilakukan pihak lain. LCT berbayar ini dari PT Sinar Pagi yang nantinya mengangkut transportasi BBM, Sembako, CPO dan bahan bangunan,” ucapnya.
Hal ini menjadi upaya untuk mengurai antrean yang terjadi. Selain itu, Pemkab Berau juga mengimbau kepada OPD yang memiliki armada speedboat untuk beroperasi membantu masyarakat menyeberang.
“Kita upayakan penambahan sarana penyeberangan untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat,” ungkapnya.
Assisten III Setkab Berau, Maulidiyah mengatakan, speedboat yang disiapkan untuk penyeberangan orang dapat mengurai tumpukan antrean, ada speed BPBD, Dinas Parawisata, Satpol PP, maupun Dinas Perikanan sehingga ini menjadi pilihan penyeberangan bagi pejalan kaki.
“Khusus untuk emergency LCT di dermaga Limunjan – Singkuang stand by 24 jam. Kalau sifatnya emergency LCT tetap melayani pasien yang sakit,” tuturnya.

Sementara itu, PPK Perbaikan Jembatan Sambaliung DPUPR PERA Kaltim, I Nyoman Suardika mengatakan, penutupan itu sebenarnya sudah di tanggal 1 Juni, jadi pihaknya telah melakukan tahapan-tahapan dalam proses penutupan jembatan.
“Melihat kondisi di lapang, begitu sudah membahayakan untuk masyarakat yang lewat akan kami tingkatkan kembali pembatasannya karena kami juga punya target. Jadi, bukan kami plin plan karena masih memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua,” tuturnya.
Disampaikan, koordinasi terus dilakukan. Pemkab Berau juga sudah maksimal berkoordinasi terkait permasalahan permasalahan untuk kondisi di lapangan.
“Kami juga selalu berkoordinasi melalui surat, dan rapat-rapat dengan Pemkab Berau,” terangnya.
Dikatakan, Pemkab Berau juga sudah menyampaikan akan ada bantuan-bantuan armada speedboat, sehingga ada pengaruhnya nanti di kegiatan lapangan.
“Kami punya schedule, kalau pun ada keterlambatan satu atau dua hari maka kami akan melakukan percepatan tentunya tetap berkoordinasi dengan BPTD,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Riska