src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kukar Kaji Kebutuhan Air Bersih di Kawasan IKN

Kukar Kaji Kebutuhan Air Bersih di Kawasan IKN

2 minutes reading
Tuesday, 12 Dec 2023 19:49 486 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Setelah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan IKN Nusantara, Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara sudah mengikuti kajian kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.

Riset dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar dengan unit layanan strategis Pusat Kajian Manajemen dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan (PKMKPK) Unmul Samarinda.

Seminar hasil digelar pada Senin 12 Desember 2023. Turut hadir Kabid Ekonomi dan Pembangunan Daerah BRIDA Kukar Karno. Perwakilan kecamatan yang wilayahnya masuk IKN serta beberapa OPD teknis yang bersinggungan dengan pembangunan IKN.

Penyaji dari PKMKPK Unmul, Dwi Ermawati Rahayu yang juga ahli di pengelolaan lingkungan dan air minum menyebut, Kukar mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor penunjang IKN termasuk kebutuhan air bersih.

Menurutnya, perlu ada identifikasi ketersediaan air baku di wilayah IKN yang dimanfaatkan masyarakat untuk air bersih serta kebijakan kelestarian kawasan khusus yang memiliki potensi air dan tata kelola penjagaan dari pencemaran.

“Yang kita kaji adalah potensi air yang ada di lima kecamatan yang masuk wilayah IKN,” ucap Dwi, Senin 11 Desember 2023.

Proyeksi kebutuhan air bersih di wilayah Kukar yang masuk otorita IKN diperkirakan pada 2026-2045 meningkat sekitar 41,6 dan 48,5 liter per detik. Namun, jika wilayah itu tetap sama pada 2026, masih kondisi eksisting saat ini, maka kebutuhan air mencapai 129,7 liter per detik.

“Namun, dengan kondisi ketersediaan air berdasarkan indeks kritis, maka Muara Jawa dan Sangasanga dalam posisi tidak aman,” jelas Dwi.

Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam Suparno juga membenarkan, untuk kecamatan Muara Jawa dan Sangasanga cadangan airnya sedang tidak aman. Dirinya menyebut, sumber air baku yang ada di belakang kantor PDAM Muara Jawa dengan sumber sumur gali sudah mulai terasa asin. Sedangkan, Sangasanga yang juga kritis.

“Solusinya, kita rencanakan pengembangan di Indominco Sangasanga dan Dondang serta waduk Samboja. Karena untuk sumber sumur dalam sudah tidak boleh lagi menurut regulasi,” ungkapnya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x