Beranda POLITIK KPU Sosialisasikan Tahapan Pengundian Nomor Urut Paslon

KPU Sosialisasikan Tahapan Pengundian Nomor Urut Paslon

KPU Sosialisasikan Tahapan Pengundian Nomor Urut Paslon - headlinekaltim.co
Rakor KPU Samarinda terkait tahapan pengundian nomor urut. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda di Pilkada 2020. Acara digelar di Hotel Harris, Jalan Slamet Riyadi, Selasa 22 September 2020.

Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat mengatakan agenda kegiatan hari ini terkait dengan pengundian nomor urut pasangan calon yang akan dilaksanakan tanggal 24 September 2020. “Tahapan pengundian ini adalah tahapan yang krusial yang diwanti-wanti berbagai pihak, karena memungkinkan terjadinya kerumunan orang,” katanya.

Menurut dia, KPU RI dan KPU Provinsi Kaltim jauh-jauh hari sudah menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Termasuk instansi dari Polri dan TNI sudah mulai mewanti-wanti terkait penyelenggaraan COVID-19. “Samarinda masih zona merah, jadi pengurangan pembatasan awal harus dilakukan. Jangan sampai ada klaster pilkada,” kata Firman.

Advertisement

Pembatasan orang, lanjut Firman, sudah diatur dalam Keputusan KPU Nomor 394/PL.02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2020 tanggal 24 Agustus 2020 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Perbaikan Dokumen Persyaratan, Penetapan, serta Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Boleh hadir hanya 5 orang termasuk Paslon, tidak boleh lebih sehingga prosesinya bisa lebih aman dan terjaga. Pendukung cukup di rumah, menyaksikan secara virtual,” ujarnya.

“Terkait pembatasan orang dan metode kampanye, akan diterbitkan hari ini bahwa kampanye bisa dilakukan secara virtual. Ini juga berdasarkan dari hasil rapat dengar pendapat antara KPU, Bawaslu, DPR dan pemerintah. Ini termasuk pembahasan terkait rapat terbuka dan konser, dipastikan itu semua tidak diizinkan,” papar Firman.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten I Pemkot Samarinda Tejo Sutanoto, Kabag Ops Polresta Samarinda Kompol Erick Budi Santoso SIK, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Samarinda, perwakilan Bawaslu Samarinda dan LO masing-masing Paslon.

Penulis: Ningsih

Komentar