src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Adat Dayak Tunjung Benuaq, Andipati Yohanes Yanti Embung Atal Maut.(istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Pria ini punya umur panjang. Usianya sudah lebih satu abad alias 107 tahun. Dia adalah Ketua Adat Dayak Tunjung Benuaq, Andipati Yohanes Yanti Embung Atal Maut.
Andipati yang berdomisili di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan ini mengaku gembira ditetapkannya IKN Nusantara. Dia punya harapan ingin melihat IKN Nusantara Kaltim terwujud.
“Saya ingin melihat dan merasakan IKN Nusantara secara nyata, jika tidak sempat merasakan, maka anak cucu saya harus merasakan IKN,” sebut Andipati, Senin 26 Desember 2022.
Sebagai salah satu Ketua Adat Dayak Tunjung di Kaltim, dia sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada Presiden Jokowi yang telah memindahkan dan membangun IKN di Kaltim, khususnya Sepaku Penajam Paser Utara (PPU) dan Kukar.
Dirinya sangat yakin pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, berdampak positif bagi kemakmuran masyarakat lokal di bumi Borneo.
“Kepindahan dan pembangunan IKN jelas kami terima dengan tangan terbuka disertai hati yang tulus ikhlas karena ini menunjukkan adanya perhatian dan keseriusan pemerintah,” ucapnya.
Andipati juga berharap keberadaan IKN di Kaltim akan berdampak positif bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kaltim, bukan hanya bagi masyarakat Dayak.
“Beragam suku yang ada di Kaltim, diharapkan bisa merasakan kesejahteraan dampak dari IKN,” katanya.
Hingga saat ini, Kaltim bisa tetap aman, damai dan tentram. Dengan hadirnya pendatang baru, diharapkan Kaltim akan tetap aman. Yang terpenting tidak ada praktek “adu domba” antarsuku dan agama di Kaltim.
Demi menghadapi IKN, dirinya meminta juga kepada pemerintah pusat dan daerah agar merawat potensi masyarakat lokal seperti sektor perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan, khususnya di di desa Loa Duri Ulu agar difasilitasi dan ditingkatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami masyarakat dayak yang biasa bertani berpindah-pindah, perlu dilakukan bimbingan dan pelatihan peningkatan produksi pertanian, ini sangat penting demi majukan masyarakat lokal,” paparnya.(Andri)