src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bontang Job Fair 2025 di Gedung Kopkar PT Pupuk Kaltim sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menekan angka pengangguran (Foto : Pemkot Bontang) HEADLINEKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal melalui Job Fair Bontang 2025 yang digelar di Gedung Kopkar PT Pupuk Kaltim. Acara ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan akses kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni itu turut dihadiri Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, camat, lurah, hingga perwakilan puluhan perusahaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada sektor kerja formal. Ia mendorong warga agar berani memanfaatkan peluang di sektor informal dan aktif mengasah keterampilan agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja saat ini.
“Pemerintah siap memfasilitasi, tapi masyarakat juga harus siap bertransformasi. Kita ingin mencetak SDM yang mandiri, kompeten, dan mampu menciptakan peluang,” tegas Neni, dikutip dari RRI.co.id, Rabu (23/7/2025).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang, Abdusafa Muha, dalam laporannya menyebutkan bahwa sebanyak 31 perusahaan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Total 737 peluang ditawarkan kepada para pencari kerja, terdiri atas 305 lowongan kerja, 70 program magang, 150 pelatihan, dan 212 program sertifikasi.
Tak hanya soal rekrutmen, Job Fair Bontang 2025 juga menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kapasitas calon tenaga kerja. Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong hadirnya tenaga kerja yang adaptif, terampil, dan memiliki nilai tambah.
Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang aktif berkontribusi, serta menyerahkan secara simbolis santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Usai seremoni pembukaan, Wali Kota bersama rombongan meninjau langsung stand perusahaan peserta job fair. Ia menyapa para pencari kerja dan memastikan proses seleksi berlangsung secara transparan, informatif, dan adil.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kota Bontang berharap Job Fair Bontang 2025 dapat menjadi katalisator pemulihan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya