src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jika Diberlakukan Sekarang, Kaltim Siap Tolak

Jika Diberlakukan Sekarang, Kaltim Siap Tolak

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Agu 2021 15:50 386 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Provinsi Kaltim dianggap belum dapat memberlakukan syarat kartu vaksin COVID-19 untuk aktivitas di tempat umum.Minimnya cakupan vaksinasi COVID-19 akan menjadi polemik baru jika aturan tersebut diberlakukan saat ini.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji menegaskan, Kaltim belum siap untuk menerapkan aturan wajibnya sertifikat vaksin di tempat umum seperti masuk mal atau pusat perbelanjaan. Berbeda dengan kondisi di pulau Jawa.

“Saat ini belum, karena kita tidak mungkin menerapkan hal tersebut. Jadi kita apple to apple  Kalau perbandingan kita dengan di Jawa berbeda.  di Jawa vaksin melimpah, oke lah mereka melakukan hal tersebut. Tapi kalau di Kaltim, dengan kondisi saat ini belum bisa,” ucapnya.

Politisi dari partai Gerindra ini bahkan siap menyampaikan penolakan ke Pemerintah Pusat jika aturan tersebut diberlakukan  sekarang. “Namun apabila vaksin sudah mencukupi dan masyarakat sudah semua tervaksin, ya itu boleh kita lakukan. Ini yang harus didiskusikan ke Pemerintah Pusat,” katanya.

Menurutnya, DPRD Kaltim juga belum menerima aduan dari pengelola mal atau pelaku usaha lain. “Belum ada, karena kita belum memberlakukan hal tersebut,” ujarnya.

Lain halnya dengan syarat sertifikat vaksin untuk melakukan kegiatan penerbangan.  Seno Aji menilai aturan tersebut adalah hal yang wajar. “Kemarin kita juga diskusikan itu dengan Kementerian Kesehatan bahwa, untuk syarat vaksin diberlakukan, kita setuju saja karena tidak banyak masyarakat Kaltim yang bepergian, melakukan penerbangan. Sehingga kami merasa itu oke saja, masih bisa dilakukan,” pungkasnya.

Terpisah, Asisten I Pemprov Kaltim HM Jauhar Effendi juga sependapat dengan Seno Aji. “Ya belum memungkinkan karena vaksin pertama dan kedua kalau dirata-ratakan masih di bawah 20 persen. Jadi bukan warga yang tidak mau divaksin, tapi karena animo masyarakat untuk divaksin sebenarnya cukup tinggi, namun kuota vaksin yang masih rendah,” katanya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x